Penguatan IHSG kemarin ditopang oleh saham emiten sektor pertambangan, properti dan barang konsumsi. Meningkatnya aksi beli di pasar saham Indonesia sejalan dengan tren bullish yang terjadi di pasar saham global. Hal ini ditopang oleh optimisme pelaku pasar atas prospek perbaikan ekonomi global tahun ini menyusul keluarnya sejumlah data ekonomi yang menunjukkan peningkatan kegiatan ekonomi di berbagai belahan dunia seperti di China, AS, dan Jerman. Pada perdagangan hari ini pelaku pasar diperkirakan masih akan melanjutkan pembeliannya meskipun rawan akan terjadinya aksi ambil untung di beberapa counter yang mengindikasikan harga yang relatif tinggi.
Sementara perkembangan pasar saham global terutama di AS dan Eropa tadi malam terlihat bervariasi. Sejumlah bursa utama Eropa ditutup masih diteritori positif meskipun penguatannya mulai terbatas. Sedangkan di Wall Street indeks DJIA relatif flat ditutup melemah tipis 0,09%, sedangkan Nasdaq menguat 0,4% dan S&P 500 menguat 0,11%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih akan berpeluang menguat meskipun akan dibayangi dengan aksi ambil untung. Saham-saham sektor energi dan material rawan terjadinya koreksi menyusul harga komoditasnya yang melemah. Namun pelemahan ini bersifat sementara, dan bisa dimanfaatkan melakukan pembelian selektif terbatas. Level resisten IHSG ada di 4.035 dengan support di 4.000.
IHSG S1 4.000 S2 3.975 R1 4.035 dan R2 4.070
Saham Pilihan :
- ADRO 1900-1990 Trading Buy
- ITMG 37800-39950 Trading Buy
- TOTL 400-480 Buy on Weakness
- ADHI 690-740 Buy on Weakness
- INDF 4850-5050 Maintain Buy
- CPIN 2550-2850 Trading Buy
- INCO 3950-4150 Sell on Strength
- BDMN 4725-5000 Trading Buy
- CTRA 590-640 Trading Buy
- APLN 315-340 Maintain Buy











































