Jakarta - Aksi profit taking investor asing di awal pekan membuat IHSG terpangkas sebesar 1% di sesi akhir perdagangan untuk ditutup pada level 3.974,79. Investor asing tercatat membukukan transaksi net sell sebesar Rp 474 miliar. Aksi profit taking marak terjadi di hampir keseluruhan sektor, dipimpin oleh koreksi pada saham-saham sektor aneka industri dan manufaktur. Sementara itu, bursa Asia akhirnya ditutup cukup bervariasi setelah serempak dibuka menguat seiring dengan fokus investor atas hasil pertemuan petinggi Eropa mengenai dana talangan Yunani, lewat perjanjian Troika (terdiri dari Uni Eropa, Bank Sentral Eropa dan IMF), dalam rangka merestrukturisasi surat utang Yunani. Saham-saham top gainers diantaranya HMSP naik Rp 1.500, MBAI naik Rp 700, AALI naik Rp 450 dan INVS naik Rp 200; sedangkan saham-saham top losers antara lain PTRO turun 8.900, ASII turun Rp 1.750, UNTR turun Rp 1.250 dan GGRM turun Rp 1.200.
Tidak diresponnya rancangan bailout dari Uni Eropa dan IMF oleh petinggi Yunani guna menghindari potensi gagal bayar mendorong pergerakan bursa Wall Street dan Eropa ditutup melemah tipis rata-rata sebesar 0,1%-0,3%. Ditambahkan pula, beberapa hasil kinerja keuangan emiten AS yang kurang memuaskan juga mengkontribusi koreksi yang terjadi.
Pagi ini bursa Asia dibuka mixed merespon gagalnya upaya bailout Yunani dimana indeks Nikkei -0,1%; KOSPI +0,3% dan STI +0,2%. Untuk IHSG sendiri kami perkirakan masih berfluktuatif dan sideways dengan kisaran trading di level 3.884-4.009. Saham pilihan kami antara lain: UNTR, ADRO, ITMG, SMGR, INTP, JSMR, UNVR BBRI, BMRI dan BBNI.
(ang/ang)