Mega Capital: IHSG Fluktuatif, Cenderung Terkoreksi

Mega Capital: IHSG Fluktuatif, Cenderung Terkoreksi

- detikFinance
Selasa, 07 Feb 2012 09:37 WIB
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi tak mampu topang indeks. Meski Gross Domestic Products Indonesia selama 2011 lalu tumbuh +6.46% yoy, tertinggi sejak 1996, Indeks Harga Saham Gabungan tak mampu bertahan, dimana akibat aksi profit taking kemarin IHSG ditutup turun –1.02% ke level 3,974. Investor asing sendiri mencatatkan net selling sebesar IDR 475 miliar. GDP khusus 4Q11 tumbuh +6.49% yoy, sedikit lebih rendah dari 3Q11 yang tumbuh +6.54% yoy. Selain data pertumbuhan ekonomi, data Consumer Confidence di bulan January juga naik ke level 119.2, atau tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Semua sektor kecuali sektor perkebunan mengalami koreksi, dimana koreksi terbesar dicatatkan oleh sektor aneka industry yang turun –2.08% serta sektor manufactur –1.48%. Adapun sektor perkebunan naik +1.52% terkait naiknya harga futures CPO di pasar Malaysia sebesar +1% ke 3,085 ringgit.

Wall Street terkoreksi dipicu sektor perumahan. Pasar saham Amerika mengalami koreksi dipicu penurunan di sektor pengembang property, terkait downgrade yang dilakukan oleh Raymond James Financial Inc. Selain itu, masih belum dicairkannya bantuan kepada pemerintah Yunani senilai 130 miliar euro membuat pasar khawatir akan terjadinya disorderly default. Indeks DJIA dan Nasdaq ditutup masing masing terkoreksi –0.13% ke 12,845 dan 2,901 sementara indeks S&P 500 turun tipis –0.04% ke 1,344.

IHSG fluktuatif, cenderung terkoreksi (Range 3,980—4,030), IHSG sempat mencoba untuk melewati resistance level yang berada di 4,030, namun untuk kesekian kalinya indeks tampak mengalami kegagalan dan ditutup melemah berada di level 3,974. Candle yang membentuk formasi evening star berpotensi membawa indeks kembali melanjutkan pelemahannya dan bergerak menuju support level pada Fibonacci Fan yang berada di 3,940 yang sekaligus menguji EMA 20. Stochastic tampak mengindikasikan terjadinya death cross. Sementara jika indeks berbalik menguat kemungkinan menguji level 4,000. Hari ini diperkirakan indeks bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Dari data ekonomi, pasar mengharapkan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 6% pada Rapat Dewan Gubernur yang rencananya akan dilakukan pada Kamis (9/2) mendatang.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads