Indeks sektoral saham bergerak variatif dengan pelemahan pada indeks aneka industri yang turun 2,10% ke level 1.313,97; indeks keuangan naik 0,85% ke level 493,07; indeks perdagangan turun 0,64% ke level 642,14; indeks pertambangan turun 0,44% ke level 2.774,84; dan indeks manufaktur turun 0,08% ke level 1.016,20. Sementara penguatan pada indeks perkebunan yang naik 1,56% ke level 2.300,92; indeks konsumer naik 1,22% ke level 1.353,81; indeks industri dasar naik 0,61% ke level 426,90; indeks properti naik 0,56% ke level 247,84; dan indeks infrastruktur naik 0,26% ke level 721,98. Indeks DBX menguat namun, MBX dan ISSI melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 419,60 miliar dengan total pembelian asing Rp 2,59 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 3,01 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 750 ke Rp 56.700, Resources Alam Indonesia (KKGI) naik Rp 450 ke Rp 7.500, Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 350 ke Rp 12.450, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 300 ke Rp 22.700, Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) naik Rp 250 ke Rp 5.600, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 250 ke Rp 20.950, Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 200 ke Rp 13.000, Ace Hardware Indonesia (ACES) naik Rp 175 ke Rp 4.450, dan Indosat (ISAT) naik Rp 150 ke Rp 5.500.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 3.988,59 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.953,82 (level terendahnya) menjelang akhir sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.978,99. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.910/US$ dari sebelumnya di level Rp 8.988/US$. Pergerakan ini dipicu intervensi BI untuk mengantisipasi pelemahan yang akan terjadi dari dampak pemangkasan BI Rate sebesar 25 bps ke level 5,75%. Rupiah juga mendapat tekanan dari faktor eksternal seiring ketidakpastian pemberian dana bailout Yunani.
Pelaku pasar belum melihat adanya kejelasan apakah Yunani bisa mengamankan pengucuran dana bailout , walaupun nantinya akan ada harapan untuk diberikan pada akhirnya. Sebelumnya, para pemimpin partai politik di Yunani sepakat untuk melanjutkan penghematan lebih lanjut sehingga bisa menghasilkan penghematan anggaran sebesar β¬3,3 miliar. Mereka telah menyetujui beberapa hal termasuk penghapusan gaji ke-13 dan 14 dan mereformasi sektor tenaga kerjanya. Di sisi lain, Yunani masih menolak untuk memangkas dana pensiunnya.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak variatif dengan pelemahan pada Nikkei, Hang Seng, dan ASX. Pergerakan dipicu sikap investor yang beragam terhadap sentimen dari Yunani. Di satu sisi, investor melihat masih belum jelasnya pembahasan dana talangan tahap II bagi Yunani. Pembahasan akan terus dilakukan agar dapat dibahas kembali saat pertemuan para MenKeu zona Euro. Pernyataan tersebut tidak mengungkapkan secara detil permasalahan yang menjadi pokok pembahasan namun, salah 1 pejabat pemerintahan Yunani mengungkapkan akan membahas pemotongan anggaran pensiun. Pemimpin politik Yunani setuju untuk memotong upah minimum sebesar 22%, tetapi tetap mempertahankan tunjangan hari raya. Di sisi lain, investor juga optimis akan tercapainya kesepakatan pada detik-detik terakhir. Hang Seng melemah namun, Shanghai menguat di tengah spekulasi bank sentral akan memotong GWM untuk menopang pertumbuhan dan setelah rilis tingkat inflasi China di Januari 2012 melonjak melebihi target karena semakin mahalnya harga bahan makanan selama perayaan dan liburan Tahun Baru China. BPS China mengumumkan, harga konsumen naik 4,5% dari tahun sebelumnya. Sektor makananan menyumbang angka terbesar, naik 10,5%. Dengan kata lain, inflasi China melebihi target pemerintahnya sebesar 4% di tahun ini dan inflasi Desember 2011 di level 4,1%. Dari Asia Pasifik, data yang dirilis diantaranya Core Machinery Orders (MoM) Jepang di level -7,1% dari sebelumnya 14,8%; NAB Quarterly Business Confidence Australia di level 1 dari sebelumnya -3; Household Confidence di level 40 dari sebelumnya 38,9; dan Interest Rate KorSel di level 3,25%.
Bursa saham Eropa bergerak menguat kecuali Portugal, Iceland, Belanda, dan Belgia. Pergerakan ini dipicu respon positif investor terhadap kesepakatan yang dicapai antara pemerintahan Yunani dengan Troika. Para pemimpin politik di Yunani telah mencapai konsesus mengenai langkah-langkah penghematan dimana tercapai kesepakatan untuk memotong utang negara agar dapat mengamankan paket bantuan bailout dalam 2 tahun. Para MenKeu Eropa juga menekan pemerintahan Yunani untuk merealisasikan rencana penghematan dalam bentuk tindakan nyata. Di sisi lain, dipertahankannya suku bunga ECB di level 1% turut memberikan sentimen positif. Indek DAX menguat setelah rilis kinerja dari Daimler AG dimana Laba bersih kuartalan naik 39% dan rilis kinerja Hugo Boss AG yang melebihi estimasi. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Industrial Production (MoM) Inggris di level 0,5% dari sebelumnya -0,5%; Manufacturing Production (MoM) Inggris di level 1% dari sebelumnya -0,1%; Trade Balance Inggris di level US$ -7,1 miliar dari sebelumnya US$ -8,9 miliar; dan Interest Rate Eropa di level 1%.
Bursa kawasan Amerika bergerak positif kecuali Kanada, Brazil, dan Peru. Pergerakan ini dipicu respon positif investor pasca perkembangan terbaru dari tercapainya kesepakatan antara pemerintahan Yunani dan Troika dalam rencana penghematan. Kekhawatiran investor akan terjadinya default bagi Yunani perlahan mulai sirna. Saham-saham teknologi memimpin kenaikan. Data ekonomi yang dirilis, yaitu Initial Jobless Claims di level 358 ribu dari sebelumnya 373 ribu; Consumer Confidence di level -41,7 dari sebelumnya -44,8; Wholesale Investories (MoM) di level 1% dari sebelumnya 0%; dan New Housing Price Index (MoM) Kanada di level 0,1% dari sebelumnya 0,3%.
Pada perdagangan Jumat (10/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.939-3.959 dan resistance 3.993-4.008. IHSG akan membentuk pola candle hammer setelah gagal melanjutkan penguatan dari sebelumnya. Posisi candle masih berada di sekitar middle bollinger bands. MACD bergerak melandai dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic sedikit mengalami penurunan menjauhi area overbought. Sentimen positif yang menyelimuti bursa saham AS dan Eropa semalam diharapkan bisa memberikan angin segar bagi IHSG sehingga bisa terangkat ke teritori positif hari ini.
(qom/qom)











































