Indosurya: IHSG Konsolidasi Dulu

Indosurya: IHSG Konsolidasi Dulu

- detikFinance
Senin, 13 Feb 2012 07:36 WIB
Jakarta - IHSG melemah 66,59 poin (1,67%) di level 3.912,39. Total volume perdagangan BEI mencapai 3,98 triliun unit saham dengan nilai total Rp 6,06 triliun. Sebanyak 66 saham naik, 210 saham turun, dan 74 saham stagnan. LQ-45 turun 2,18% ke level 679,35 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,50% ke level 560,35.

Indeks sektoral saham bergerak negatif dengan pelemahan pada indeks keuangan yang turun 3,07% ke level 477,93; indeks konsumer turun 2,39% ke level 1.321,48; indeks aneka industri turun 2,14% ke level 1.285,90; indeks manufaktur turun 1,91% ke level 996,81; indeks pertambangan turun 1,56% ke level 2.731,54; indeks perkebunan turun 0,92% ke level 2.279,76; indeks industri dasar turun 0,87% ke level 423,17; indeks properti turun 0,58% ke level 246,40; indeks perdagangan turun 0,41% ke level 639,52; dan indeks infrastruktur turun 0,27% ke level 720,01. Indeks MBX, DBX, dan ISSI melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 527,76 miliar dengan total pembelian asing Rp 2,96 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 3,49 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp 10.000 ke Rp 420.000, Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 2.000 ke Rp 139.000, Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 400 ke Rp 13.400, Tembaga Mulia Semanan (TBMS) naik Rp 300 ke Rp 6.400, Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) naik Rp 150 ke Rp 4.150, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 150 ke Rp 22.850, Lionmesh Prima (LMSH) naik Rp 125 ke Rp 4.650, Petrosea (PTRO) naik Rp 100 ke Rp 37.900, dan Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) naik Rp 60 ke Rp 1.050.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harapan bahwa IHSG di akhir pekan kemarin bisa mengalami kenaikan pupus sudah. Mengawali perdagangan, IHSG terjerembab seiring pelemahan yang terjadi pada hampir mayoritas bursa saham regional. Pada awalnya, terdapat berita positif dimana paket reformasi fiskal dari Troika sudah disetujui pemerintahan Yunani, yaitu pengucuran paket dana talangan ke-2 senilai €130 miliar untuk mencegah terjadinya gagal bayar obligasi €14,5 miliar pada pertengahan Maret. Tetapi, belakangan dirilis berita dimana Uni Eropa menunda memberikan dana talangan kepada Yunani kecuali telah terpenuhinya tiga syarat yang diajukan. Di dalam negeri, sentimen negatif datang dari penurunan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada 2011 sebesar 60,8% menjadi US$11,9 miliar dari surplus di 2010 sebesar US$30,28 miliar akibat dampak krisis utang di Eropa. Belum cukup sampai itu, adanya downgrade Grup Astra dari salah 1 sekuritas asing turut menyeret pelemahan pada IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 3.978,99 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.895,61 (level terendahnya) menjelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.912,39. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.993/US$ dari sebelumnya di level Rp 8.910/US$. Pergerakan ini awalnya dipicu pelemahan yang masih bersifat profit taking biasa pasca keputusan BI untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 bps ke level 5,75%. Di sisi lain, euforia optimisme atas bailout Yunani kian sirna setelah pertemuan para MenKeu zona euro tidak mengumumkan pencairan dana bailout untuk Yunani. Padahal, sebelumnya para pemimpin politik Athena setuju untuk melakukan reformasi anggaran. Akan tetapi, Uni Eropa kembali menunda untuk mengucurkan bailout-nya. Bahkan, Yunani justru diminta oleh Presiden Euro Group, Jean-Claude Juncker, untuk menambah nilai pemangkasan anggarannya sebesar €325 juta dari target sebelumnya €3,3 miliar. Parlemen Yunani juga diminta segera melegalisasi kebijakan penghematan dan juga meminta komitmen tertulis dari partai politik bahwa Yunani akan tetap menjalankan pemangkasan anggaran. Karena itulah, optimisme atas kucuran bailout Yunani berkurang. Selain Uni Eropa, IMF pun juga meminta hal yang serupa. Bahkan meminta Yunani untuk menunjukkan tindakan yang lebih agresif lagi soal pemangkasan anggaran. Investor kembali menghadapi risiko ketidakpastian terutama jika Parlemen Yunani tidak meloloskan kesepakatan yang sudah disetujui oleh para pimpinan partai politik. Adanya penundaan ini sepertinya dijadikan alasan untuk profit taking sehingga mengganggu performa Euro dan Rupiah pun terimbas pelemahannya.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak negatif kecuali Shanghai, New Zealand, dan Pakistan. Pergerakan dipicu sikap investor yang berbalik menjadi skeptis dari sebelumnya optimis seiring tertundanya bantuan bailout Yunani pasca sikap Uni Eropa yang sepakat memberi dana talangan kepada Yunani namun, dengan 3 syarat dimana syarat ini harus dipenuhi oleh Yunani kurang dari sepekan ke depan. Pada pertemuan di Brussels sebelumnya, para MenKeu Eropa sudah berniat untuk memberikan dana talangan €130 miliar namun, ditunda kembali karena Uni Eropa mengajukan beberapa syarat kembali. Para petinggi Eropa itu akan berkumpul kembali pada Rabu (15/2/12) jika seluruh persyaratan sudah dilakukan. Syarat-syarat tersebut ialah MenKeu Yunani, Evangelos Venizelos, harus segera meminta persetujuan para partai oposisi mengenai dana talangan ini. Dua syarat lainnya adalah memotong tambahan anggaran €325 juta di 2012 dan keterangan tertulis yang ditandatangani para pemimpin koalisi untuk melakukan program penghematan. Dari Asia Pasifik, data yang dirilis diantaranya Trade Balance China di level US$ - 27,3 miliar dari sebelumnya US$ 16,5 miliar; dan CGPI (YoY) Jepang di level 0,5% dari sebelumnya 1,2%.

Bursa saham Eropa bergerak negatif kecuali Iceland dan Norwegia. Pergerakan ini dipicu respon negatif investor setelah para MenKeu zona Euro menahan persetujuan paket penyelamatan untuk Yunani. PM Luksemburg Jean-Claude Juncker menyatakan, Yunani harus lebih dulu meloloskan paket penghematan terbaru dalam bentuk peraturan dan menyepakati pemangkasan belanja. Setelah itu barulah pemerintah zona Euro menyetujui permohonan bailout . Kembali minimnya progress terkait kesepakatan bailout Yunani mengecewakan investor dan menjadi sentimen yang buruk bagi pasar. Padahal sebelumnya telah disepakati kesepakatan antara pemerintahan Yunani dengan Troika dimana Yunani bersedia untuk memotong utang negara agar dapat mengamankan paket bantuan bailout dalam 2 tahun. Tetapi, Uni Eropa membutuhkan komitmen lebih dari Yunani dan mengajukan 3 syarat lagi agar bailout tersebut dapat cair. Data ekonomi yang dirilis diantaranya CPI (MoM) Jerman di level -0,4%; Industrial Production (MoM) Perancis di level -1,4% dari sebelumnya 1,1%; dan Industrial Production (MoM) Italia di level 1,4% dari sebelumnya 0,3%.

Bursa kawasan Amerika bergerak negatif kecuali Panama, Chile, dan Venezuela. Pergerakan ini dipicu respon negatif investor yang cemas menunggu paket bailout untuk Yunani agar terhindar dari gagal bayar. Investor kian cemas setelah melihat kesepakan tersebut kembali tertunda ketika pemimpin Uni Eropa menyerukan melakukan langkah penghematan tambahan. Di lain pihak, beberapa anggota parlemen Yunani menyatakan tidak akan mendukung kesepakatan tambahan tersebut. Seluruh 10 sektor di S&P terkena koreksi dimana sektor energi, dan finansial melemah paling dalam. Data ekonomi yang dirilis, yaitu Trade Balance di level US$ -48,8 miliar dari sebelumnya US$ -47,1 miliar; dan Michigan Consumer Sentiment Index di level 72,5 dari sebelumnya 75.

Pada perdagangan Senin (13/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.846-3.879 dan resistance 3.962-4.012. IHSG membentuk candle negatif dimana sebelumnya membentuk candle hammer . Posisi candle sempat menyentuh lower bollinger band meskipun pada kepala candle berada di sekitar middle bollinger bands. MACD bergerak melandai dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic menyentuh area oversold . Awan negatif memang belum sepenuhnya sirna. Apalagi di akhir pekan, S&P memangkas peringkat 34 bank di Italia. Di sisi lain, ada kemungkinan Pemerintah Yunani sepakat untuk melakukan program pengetatan anggaran sesuai permintaan dari Uni Eropa dan IMF. Sentimen positif dan negatif akan saling beradu untuk mempengaruhi pasar. IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi dengan mencermati perkembangan pergerakan bursa saham Asia.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads