Indosurya: IHSG Cenderung Flat

Indosurya: IHSG Cenderung Flat

- detikFinance
Kamis, 16 Feb 2012 07:55 WIB
Jakarta - IHSG menguat 0,23 poin (0,01%) di level 3.953,05. Total volume perdagangan BEI mencapai 3,56 triliun unit saham dengan nilai total Rp 3,88 triliun. Sebanyak 140 saham naik, 95 saham turun, dan 110 saham stagnan. LQ-45 turun 0,14% ke level 687,20 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,05% ke level 570,47.

Indeks sektoral saham bergerak variatif dengan penguatan pada indeks properti yang naik 1,57% ke level 255,50; indeks pertambangan naik 1% ke level 2.773,61; indeks perdagangan naik 0,72% ke level 643,60; indeks perkebunan naik 0,50% ke level 2.291,83; indeks konsumer naik 0,10% ke level 1.334,24; dan indeks industri dasar naik 0,07% ke level 431,50. Sementara pelemahan pada indeks aneka industri yang turun 0,90% ke level 1.317,43; indeks keuangan turun 0,82% ke level 475,03; indeks manufaktur turun 0,25% ke level 1.014,02; dan indeks infrastruktur turun 0,21% ke level 730,48. Indeks MBX melemah namun, DBX dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 388,43 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,73 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 2,12 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 1.100 ke Rp 41.650, H.M Sampoerna (HMSP) naik Rp 600 ke Rp 47.900, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 55.300, Harum Energy (HRUM) naik Rp 300 ke Rp 8.400, Mandom Indonesia (TCID) naik Rp 300 ke Rp 8.400, Modern International (MDRN) naik Rp 200 ke Rp 3.150, United Tractors (UNTR) naik Rp 200 ke Rp 29.100, Petrosea (PTRO) naik Rp 150 ke Rp 37.100, dan Jasa Marga (JSMR) naik Rp 150 ke Rp 4.775.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah sempat mengalami pelemahan di sesi pertama, IHSG masih dapat melanjutkan kenaikannya dan bertahan pada teritori positif meski hanya ditutup naik tipis. Kondisi ini sedikit berbeda dengan pergerakan mayoritas bursa saham Asia yang rata-rata kompak menguat sekitar 1,3%. Bahkan positifnya pembukaan bursa saham Eropa, belum cukup kuat bagi IHSG untuk naik signifikan. Meski pergerakan bursa saham Asia cukup positif namun, IHSG masih tertahan kenaikannya seiring masih adanya koreksi pada saham-saham keuangan terutama saham-saham perbankan blue chip yang menghambat penguatan. Penutupan bursa saham AS sebelumnya yang flat setelah merespon sikap pemimpin konservatif Yunani yang juga mendukung paket penyelamatan dan rilis data penjualan ritel yang di bawah ekspektasi turut mempengaruhi kenaikan IHSG yang belum cukup signifikan. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 3.963,53 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.942,24 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.953,05. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing
mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.040/US$ dari sebelumnya di level Rp 9.037/US$. Pergerakan ini dipicu imbas penurunan mata uang Yen terhadap US$ setelah Bank of Japan berencana menambah likuiditas pasar senilai Β₯10 triliun (US$28,8 miliar) untuk program pembelian aset. Di sisi lain, pelemahan Rupiah juga dipicu penurunan Euro setelah para MenKeu Eropa bersikap mengesampingkan pertemuan yang akan diadakan di Brussels karena masih merasa kurang yakin atau kurangnya jaminan politik dari para pemimpin Yunani. PM Luksemburg sebagai kepala keuangan zona Euro mengatakan masih perlunya pembicaraan teknis lebih lanjut antara Troika dan Yunani. Apalagi rilis GDP Yunani melemah -7% dari sebelumnya -5% sehingga Troika mengharapkan Yunani bisa berbuat lebih terhadap pengetatan anggarannya. Hal ini diperlukan agar Yunani bisa memperoleh paket penyelamatan seperti yang sebelumnya dijanjikan. Investor pun kembali cemas dengan tertundanya pencairan ini.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak positif kecuali pada New Zealand, Malaysia, dan Filipina. Pergerakan dipicu sikap positif investor terhadap langkah China yang berniat membantu Uni Eropa untuk mengatasi krisis utangnya. Gubernur Bank Sentral China, Zhou Xiaochuan, mengatakan China akan berusaha lebih banyak terlibat dalam menyelesaikankrisis utang Eropa melalui dana European Financial Stability Facility (EFSF) and European Stability Mechanism (ESM). Setidaknya hal ini dapat mengimbangi dampak sentimen negatif dari penurunan rating sejumlah negara dan perbankan di Eropa. Permasalahan Yunani tinggal menunggu waktu untuk pencairan bailout . Sikap parlemen Yunani yang menyetujui proposal pengetatan anggaran memberikan sinyalemen positif bahwa negara tersebut dapat terhindar dari potensi default sementara ini. Selain itu, sentimen penambahan stimulus ke pasar oleh BoJ juga masih memberikan imbas positif. Dari Asia Pasifik, data yang dirilis diantaranya Retail
Sales (QoQ) New Zealand di level 2,2% dari sebelumnya 2,4%;Unemployment Rate KorSel di level 3,2% dari sebelumnya 3,1%;New Motor Vehicles Sales (MoM) di level 1,3% dari sebelumnya -2,7%;Retail Sales (YoY) di level 4,2% dari sebelumnya 6,2%; danTrade Balance KorSel di level US$ -2,03 miliar dari sebelumnya US$ -1,96 miliar.

Bursa saham Eropa bergerak variatif dengan pelemahan pada Inggris, Spanyol, Portugal, Belgia, dan Luksemburg. Pergerakan ini dipicu respon beragam investor terhadap sentimen yang ada. Mulai dari sikap China yang mendukung penyelesaian krisis hutang hingga data-data ekonomi yang dirilis, terutama GDP sejumlah negara Eropa. Pertumbuhan ekonomi seluruh negara zona Euro diharapkan berkontraksi pada Q4-11. Kekhawatiran atas kondisi Yunani masih akan mempengaruhi pasar saham setelah pertemuan zona Euro untuk membahas dana talangan tahap II, dibatalkan sehingga memicu spekulasi negatif di kalangan pelaku pasar. Para MenKeu zona Euro telah membatalkan pertemuan yang rencananya akan digelar kemarin karena pemerintah Yunani belum dapat memberikan komitmen paket penghematan baru secara tertulis. Selain data-data ekonomi, kinerja beberapa perusahaan juga dirilis seperti BNP Paribas 2011 yang akan mengindikasikan kondisi kesehatan sistemp perbankan Perancis. Lalu Danone, Heineken, dan Clariant juga akan melaporkan kinerjanya. Portugal berhasil menjual obligasinya senilai €3 miliar. Sikap China ini diharapkan dapat diikuti oleh negara-negara lain seperti Jepang, Rusia, bahkan AS untuk ikut serta dalam penanganan krisis. Data ekonomi yang dirilis diantaranya GDP (QoQ) Perancis di level 0,2% dari sebelumnya 0,3%; GDP (QoQ) Jerman di level -0,2% dari sebelumnya 0,6%; GDP (QoQ) Swedia di level 3,4% dari sebelumnya 3%; GDP (YoY) Austria di level 1,2% dari sebelumnya 2,5%; GDP (QoQ) Italia di level -0,7% dari sebelumnya -0,2%; GDP (YoY) Honggaria di level 1,4%; dan GDP (QoQ) di level -0,3% dari sebelumnya 0,1%.

Bursa kawasan Amerika bergerak negatif kecuali Kanada, Meksiko, Argentina, dan Brazil. Pergerakan ini dipicu respon negatif investor terhadap pembatalan pertemuan para MenKeu Eropa untuk mengatasi krisis utang Yunani yang dikhawatirkan akan mendekatkan Yunani kepada kondisi gagal bayar. Di sisi lain, pernyataan The
Fed terhadap terbaginya pandangan ekonomi dari para politikus turut mempengaruhi pasar. Di 1 sisi, beberapa politikus mengatakan perlunya The Fed mempertimbangkan pembelian lebih banyak surat berharga. Sementara lainnya mengatakan prospek ekonomi AS akan memburuk. Penghentian penjualan Ipad di China turut menurunkan harga saham Apple yang menyeret saham-saham teknologi. Data ekonomi yang dirilis, yaitu NY Empire State Manufacturing Index di level 19,5 dari sebelumnya 13,5; Industrial Production (MoM) di level 0% dari sebelumnya 1%; dan MBA Mortgage Applications di level - 1% dari sebelumnya 7,5%.

Pada perdagangan Kamis (16/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.931-3.942 dan resistance 3.964-3.974. IHSG membentuk pola candle doji dimana sebelumnya membentuk candle hanging man . Posisi candle masih berada di sekitar middle bollinger bands . MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak datar dan berusaha mencoba untuk naik menuju ke areaoverbought . Beragamnya sentimen yang ada di pasar diperkirakan masih akan membuat IHSG cenderung bergerak flat.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads