Perbedaan pendapat the Fed picu Wall Street melemah. Perbedaan pandangan diantara anggota the Fedral Open Market Committee terkait rencana quantitative easing ketiga (QE3) membuat pasar saham Amerika terkoreksi. Indeks DJIA semalam ditutup turun –0.76%, S&P 500 –0.54% dan Nasdaq –0.55%. Dalam minutes of meeting FOMC tanggal 24-25 January lalu terungkap sebagian anggota FOMC mengusulkan peluncuran program QE3 segera, namun sebagian lagi memilih untuk menunggu sinyal pelemahan pemulihan ekonomi, terutama jika inflasi dalam jangka menengah tetap dibawah level 2%. Selain itu, koreksi atas saham Apple Inc. yang turun –2.3% akibat langkah pemerintah China yang meminta menunda peluncuran iPad di negara tersebut, menjadi katalis negative tambahan bagi indeks Nasdaq serta S&P 500 (weighting Applec Inc. di Nasdaq sebesar 10.7% & di S&P 500 sebesar 3.9%). Dari data ekonomi, kinerja Industrial Production di bulan January berada di bawah estimasi pasar (actual +0.00%, est. +0.7%).
Bentuk three rising method, indeks berpeluang menguat (Range 3,930 — 3,980). IHSG kembali ditutup bertahan di atas EMA 20, indeks sempat mencoba untuk melewatinya namun hingga akhir sesi bursa belum mampu dan ditutup menguat tipis di level 3,953, yang dengan demikian praktis tidak ada perubahan signifikan terhadap indeks di banding 1 hari sebelumnya, candle yang selama 2 hari terakhir menunjukkan bahwa indeks mengalami pause berpeluang untuk membentuk formasi three rising method yang merupakan pola bullish continuation. Stochastic mendukung adanya peluang penguatan ini dengan terjadinya golden cross. Hari ini diperkirakan indeks bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat.
(ang/ang)











































