Lautandhana Securindo: Indeks Mengekor Wall Street

Lautandhana Securindo: Indeks Mengekor Wall Street

- detikFinance
Jumat, 17 Feb 2012 09:49 WIB
Jakarta - IHSG kemarin ditutup turun sebesar 0,6% di level 3.927,6 yang dikontribusikan dari koreksi yang terjadi di hampir keseluruhan sektoral terutama dari pelemahan sektoral aneka industri, konsumen dan manufaktur diatas 1,5%. Hanya sektoral keuangan dan property berhasil ditutup menguat terbatas. Sementara itu, asing kembali membukukan transaksi net sell sebesar Rp 151 miliar. Koreksi IHSG ini sejalan dengan melemahnya bursa Asia dipicu oleh mandeknya proses bailout Yunani tahap II senilai EUR 130 miliar. Para menteri keuangan Uni Eropa menunda pertemuan untuk pencairan dana bailout tersebut karena menganggap Yunani gagal merealisasikan pemangkasan anggaran senilai EUR 325 juta yang dijanjikan dan juga gagal membujuk keseluruhan partai politik untuk menandatangani perjanjian tertulis atas implementasi kebijakan pengetatan anggaran.

Bursa Wall Street semalam berhasil ditutup menguat signifikan diatas 1% didorong oleh angka pengangguran mingguan turun signifikan, membaiknya data perumahan AS di bualn Januari dan reboundnya mata uang EUR atas USD seiring dengan laporan bank sentral Eropa yang sepakat untuk menukar obligasi Yunani yang lama dengan yang baru. Indeks Dow Jones dan Nasdaq tercatat ditutup pada level multi-year highs masing-masing berada di level 12.904 dan 2.960. Penguatan saham Microsoft dan Bank of America memimpin laju penguatan Dow Jones. Sementara itu, bursa Eropa semalam justru ditutup melemah tipis dimana indeks DJ Euro Stoxx -0,2% dan FTSE 100 -0,1%.

Sentimen positif dari AS dan harapan pada Yunani mendorong bursa Asia dipagi ini dibuka menguat dimana indeks Nikkei +1,9%; KOSPI +1,8% dan STI +0,9%. Untuk IHSG sendiri kami perkirakan berpotensi terjadi teknikal rebound mengekor penguatan Wall Street dan bursa Asia. Kisaran trading IHSG berada di level 3.884-3.975. Saham pilihan kami antara lain: UNTR, ADRO, ITMG, SMGR, INTP, JSMR, UNVR, BBRI, BMRI dan BBNI.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads