Indeks sektoral saham bergerak variatif dengan penguatan pada indeks infrastruktur yang naik 1,16% ke level 738,80; indeks pertambangan naik 0,64% ke level 2.800,30; indeks perdagangan naik 0,14% ke level 647,23; dan indeks keuangan naik 0,05% ke level 486,29. Sementara pelemahan pada indeks perkebunan yang turun 1,19% ke level 2.286,02; indeks industri dasar turun 0,78% ke level 423,65; indeks properti turun 0,72% ke level 257,10; indeks manufaktur turun 0,28% ke level 1.006,93; indeks aneka industri turun 0,19% ke level 1.328,11; dan indeks konsumer turun 0,02% ke level 1.317,70. Indeks MBX dan ISSI menguat namun, DBX melemah. IHSG mengalami net
foreign buy sebesar Rp 180,99 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,85 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,67 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Petrosea (PTRO) naik Rp 1.400 ke Rp 38.400, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 1.000 ke Rp 43.400, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 375 ke Rp 4.500, Nipress (NIPS) naik Rp 300 ke Rp 3.550, Harum Energy (HRUM) naik Rp 250 ke Rp 8.800; Indosiar Karya Media (IDKM) naik Rp 200 ke Rp 3.400, Resources Alam Indosnesia (KKGI) naik Rp 150 ke Rp 7.800, Plaza Indonesia Realty (PLIN) naik Rp 140 ke Rp 1.500, dan Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS) naik Rp 130 ke Rp 1.270.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.035/US$ dari sebelumnya di level Rp 9.028/US$. Pergerakan ini dipicu sikap wait and see investor terhadap hasil pertemuan Menkeu Uni Eropa yang akan membahas rencana kucuran dana bailout Yunani yang sempat tertunda sebelumnya. Tetapi, di sisi lain, Euro bergerak menguat terhadap US$ seiring optimisme akan berhasilnya pembahasan tersebut dan pelonggaran moneter oleh China. Diperkirakan Yunani akan semakin dekat dengan pengamanan paket penyelamatan tahap ke-2 senilai €130 miliar dengan kemungkinan mencapai 70% berdasarkan konsensus berbagai ekonom sebelumnya di Uni Eropa. Persetujuan bailout tersebut juga akan diikuti dengan penawaran tender untuk keterlibatan sektor swasta. Di sisi lain, dikabarkan para MenKeu Uni Eropa telah membatalkan pinjaman sementara senilai €14,5 miliar untuk utang yang jatuh tempo pada pertengahan Maret dan lebih memilih mempertimbangkan untuk memberikan dana talangan ( €130 miliar) tersebut.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak positif kecuali pada Hong Kong dan Bangladesh. Pergerakan dipicu sikap positif investor terhadap langkah China yang memangkas persyaratan Giro Wajib Minimum (GWM) bagi perbankan sebesar 50 bps menjadi 20,5% dari sebelumnya 21% dengan tujuan untuk meningkatkan pengucuran kredit dan pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, langkah ini bisa juga menyokong pasar saham yang memiliki risiko besar dan rentan terhadap berbagai sentimen. Apalagi faktor ini juga bertepatan dengan sentimen komitmen China dalam membantu penyelesaian krisis utang di Eropa. Saham-saham di sektor material dan manufaktur memimpin kenaikan. Selain itu, investor juga optimis bahwa pimpinan Eropa akan menyetujui pengucuran dana bailout bagi Yunani senilai €130 miliar (US$ 170 miliar) pada pertemuan di Brussels, Senin waktu setempat. Meski S&P memberikan konfirmasi atas peringkat surat utang luar negeri Jepang di level AA- dengan outlook negatif namun, indeks Nikkei tetap bertahan di zona hijau seiring berita positif dari Eropa dan pelemahan Yen ke level terendah dalam 6 bulan terakhir. Indeks Hang Seng melemah setelah beredar berita perlambatan di sektor perumahan dimana rata-rata harga rumah baru di semua kota besar dan menengah China cenderung turun. Dari Asia
Pasifik, data yang dirilis diantaranya Trade Balance Jepang di level US$ -610 miliar dari sebelumnya US$ -570 miliar; dan GDP (YoY) Thailand di level -9% dari sebelumnya 3,7%.
Bursa saham Eropa bergerak positif kecuali pada Iceland dan Polandia. Pergerakan ini dipicu respon positif investor yang optimis Yunani akan segera mendapatkan bailout . Pasar sudah terlihat optimis, bahkan sebelum para MenKeu Uni Eropa bertemu untuk membahas bailout Yunani di Brussles. Para pejabat Uni Eropa bertemu untuk mencari kesepakatan terkait kebijakan penghematan oleh Yunani, swap utang kreditur swasta, dan juga peran ECB untuk menalangi dana bailout . Di sisi lain, optimisme juga diperkuat langkah Bank Sentral China memangkas GWM nya. Penguatan ditopang saham pertambangan setelah keluarnya kebijakan China tersebut karena China merupakan konsumen terbesar untuk produk logam. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Rightmove House Price Index (MoM) Inggris di level 4,1% dari sebelumnya -0,8%; Business Survey Perancis di level 92; dan Industrial New Orders (MoM) Italia di level 5,5% dari sebelumnya 0,2%.
Bursa saham kawasan Amerika bergerak positif kecuali Chile. Pergerakan ini dipicu kebijakan Bank Sentral China terhadap GWM nya. Tetapi, di sisi lain bursa saham Wall
Street semalam libur untuk memperingati Hari Presiden (President's Day) yang dilakukan untuk menghormati George Washington, Presiden I AS. Peringatan dilakukan setiap hari Senin pekan ketiga pada Februari. Tidak hanya Wall Street yang libur, sejumlah bursa saham di Kanada, Panama, Argentina, dan Brazil juga sedang libur. Tidak ada data ekonomi yang dirilis.
Pada perdagangan Selasa (21/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.945-3.962 dan resistance 3.996-4.012. IHSG membentuk pola candle spinning dimana sebelumnya membentuk candle white marubozu. Posisi candle masih bersentuhan dengan middle bollinger bands. MACD mencoba naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih agak tertahan kenaikannya menuju area overbought. Setelah investor wait and see terhadap kondisi Yunani, semalam akhirnya diputuskan untuk diberikan bailout dan memberikan sentimen positif bagi Eropa. Meski bursa saham AS libur namun, diharapkan sentimen positif ini dapat mempertahankan IHSG di zona hijau.
(qom/qom)











































