First Asia Capital: Saham Tambang & Energi Masih Menguat

First Asia Capital: Saham Tambang & Energi Masih Menguat

- detikFinance
Kamis, 23 Feb 2012 08:41 WIB
First Asia Capital: Saham Tambang & Energi Masih Menguat
Jakarta - Perdagangan saham kemarin gagal mempertahankan indeks komposit di atas level 4000, meskipun diwarnai aksi beli selektif atas saham-saham lapis dua. Ini disebabkan terjadinya aksi ambil untung atas sejumlah saham Grup Astra dan saham sektor konsumsi. IHSG pada perdagangan kemarin bergerak dalam rentang konsolidasi, sempat turun 23 poin, namun akhirnya berhasil ditutup hanya turun 7,927 poin atau 0,2% di posisi 3995,024. Sedikit membaiknya posisi penutupan indeks di sesi sore mengindikasikan outlook pasar masih dalam tren bullish. Pelemahan indeks kemarin, yang disebabkan koreksi atas saham ASII dan beberapa saham sektor konsumsi, terutama dipicu kekhawatiran investor atas rencana pemerintah menaikkan harga BBM pada April mendatang.

Kenaikan harga BBM berpotensi meningkatkan angka inflasi domestik dan memotong prospek pertumbuhan laba emiten akibat kenaikan biaya energi. Sentimen ini telah menekan pergerakan harga saham sektoral yang sensitif terhadap tingkat inflasi (daya beli), seperti sektor otomotif dan konsumsi. Sebaliknya pelaku pasar terlihat kembali mengakumulasi saham-saham sektor tambang dan energi menyusul membaiknya kondisi Eropa yang berpeluang mengangkat harga sejumlah komoditas tambang dan energi. Investor asing di pasar saham kemarin mencatatkan net selling Rp.48,74 miliar. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan kemarin cenderung melemah ditransaksikan di Rp.9045/US dolar.

Untuk perdagangan hari ini pergerakan indeks diperkirakan masih akan bergerak dalam rentang konsolidasi dan masih berpeluang menguat meskipun terbatas. Investor akan melakukan aksi beli selektif terutama ataa saham-saham sektoral yang merilis kinerja positif sepanjang 2011 lalu. Meskipun penguatan di pasar saham global tadi malam sedikit tertahan akibat sejumlah data ekonomi yang keluar dari Uni Eropa dan China kurang menguntungkan. Pertumbuhan sektor jasa di Uni Eropa Januari lalu mengalami pelemahan. Sedangkan indeks manufaktur China Januari lalu yang dikleuarkan oleh HSBC juga menunjukkan terjadinya kontraksi yakni di angka 48,8. Sedangkan untuk Februari, indeks manufaktur China berada di 49,7 (angka sementara). Indeks di bawah 50 menunjukkan terjadinya kontraksi. Saat ini pelaku pasar tengah menanti data ekonomi AS yang keluar pekan ini seperti angka jobless claims dan data penjualan rumah Januari yang diperkirakan meningkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan perkembangan tersebut, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan akan mixed dengan naik turun di kisaran 20-30 poin. Target resisten di 4025 dan support di 3970. Saham-saham sektor pertambangan dan energi masih berpeluang menguat, investor disarankan melakukan aksi pembelian apabila terjadi koreksi pasar.

IHSG S1 3970 S2 3957 R1 4025 dan R2 4040

Saham Pilihan :
ASII 71500-74000 Buy on Weakness
BBRI 6800-7050 Trading Buy
ITMG 42800-45000 Trading Buy
PGAS 3725-3900 Sell on Strength
ENRG 191-198 Buy on weakness
INTA 800-890 Trading Buy
DEWA 87-98 Trading Buy
BRAU 475-550 Maintain Buy
CTRA 640-700 Hold
BBTN 1190-1250 Maintain Buy

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads