Peluang IHSG untuk kembali melemah cukup terbuka. Hal ini dipengaruhi isu kenaikan harga BBM pada April mendatang. Hal ini juga dikonfirmasi dari posisi IHSG yang berada di bawah MA-5 dan dalam kondisi tren turun. Di samping itu indikator Stochastic maupun MACD membentuk pola death cross. Indeks menguji level 3956 agar berada di atas MA-35 dan bila gagal mencoba bertahan di level 3952. Namun demikian pergerakan bursa regional yang positif diharapkan mampu mengangkat indeks di atas level 3968 agar kembali dalam kondisi tren naik. Saham lapis dua yang didukung saham dalam kategori pefindo-25 masih bertahan dalam posisi tren naik sementara saham unggulan termasuk saham LQ-45 dalam posisi tren turun. Saham sector yang masih bertahan dalam posisi tren naik yakni sector property, infrastruktur, agrikultur, pertambangan dan perdagangan. Sedangkan sector yang sudah berada di area oversold yakni sector konsumsi dan aneka industry. Indeks diperkirakan bergerak ke kisaran 3950 hingga 3 972.
(ang/ang)











































