Jakarta - Tekanan jual signifikan masih marak terjadi hampir di keseluruhan sektoral IHSG, terutama pada saham sektoral industri dasar, properti dan infrastruktur akibat adanya sentiment negative akan dinaikkannya BBM seiring dengan lonjakan harga minyak dunia. Hal ini mendorong IHSG kembali ditutup melemah di awal pekan sebesar 0,9% pada level 3.961,02. Tercatat dua sektoral yaitu consumer dan aneka industri yang berhasil ditutup menguat tipis. Sementara itu asing masih membukukan transaksi net sell sebesar Rp 495 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya FAST naik Rp 1.000, DLTA naik Rp 500, ASII naik Rp 450 dan UNVR naik Rp 400; sedangkan saham-saham top losers antara lain HMSP turun Rp 950, GGRM turun Rp 950, TOTO turun Rp 900 dan INTP turun Rp 750.
Bursa Asia awal pekan mayoritas ditutup terkoreksi dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia ditengah-tengah meningginya ketegangan antara Iran dan Barat, sehingga menimbulkan kekhawatiran atas semakin lesunya kondisi keuangan global yang disertai dengan penyelesaian krisis utang Eropa yang tak berujung.
Bursa Wall Street semalam ditutup bervariasi cenderung stagnan dengan indeks S&P kembali mencetak penutupan tertinggi di level 1.367,6 pasca kebangkrutan Lehman Brothers di medio 2008. Indeks Dow Jones ditutup terkoreksi tipis sebesar 1,4 pts dilevel 12.981,5, gagal menembus level psikologis 13.000. Koreks saham HP (-1,5%) dan Boeing (-1,1%) memimpin pelemahan yang terjadi. Sementara itu bursa Eropa ditutup melemah disebabkan koreksi saham sektoral perbankan yaitu Sociate Generale (-2,9%) dan UniCredit (-2,2%). Sentimen negative dating dari lonjakan harga minyak dan pernyataan PM Jerman, Angela Merkel atas tidak ada jaminan bahwa paket bailout Yunani tahap II akan berjalan sukses sehingga mendorong bursa global ditutup cukup bervariasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa Asia pagi ini dibuka cenderung mixed ditengah kekhawatiran atas lonjakan harga minyak dunia. Indeks Nikkei -1,0%; KOSPI +0,2%; STI +0,01% dan KLSE 0,0%. Sementara itu, IHSG hari ini kami perkirakan berfluktuatif dengan kisaran trading di level 3.787-3.950. Saham pilihan kami antara lain: ASII, UNTR, ADRO, ITMG, PTBA, AALI, SMGR, INTP, JSMR, UNVR, BBRI, BMRI dan BBNI.
(ang/ang)