Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 33.546 poin atau 0.86% menjadi 3,861.016 pada perdagangan hari Senin (27/02). Tujuh dari sembilan sektor ditutup melemah pada perdagangan kemarin, dipimpin oleh sektor industri dasar yang turun 2.54%, diikuti oleh sektor properti dan konstruksi yang turun 2.07% dan sektor infrastruktur turun 1.37%. Sementara sektor aneka industri dan sektor barang konsumen masing-masing menguat 0.13% dan 0.04%. Indeks saham-saham blue-chip Indonesia, LQ 45, juga turun sebesar 6.366 poin atau 0.95% menjadi 665.283. Sebagian besar bursa-bursa regional Asia mengalami penurunan pada perdagangan hari Senin, seiring kekhawatiran bahwa naiknya harga minyak dunia yang tajam dapat menimbulkan beban biaya yang besar bagi industri dan manufaktur. Minyak mentah jenis light crude bertahan di atas level USD 109 per barel pada sesi perdagangan hari Senin. Meskipun sempat terkoreksi pada sesi awal pasar Asia, harga minyak mentah masih mencatat kenaikan lebih dari 10% sejauh ini di bulan Februari. Kenaikan tajam harga minyak juga menimbulkan kekhawatiran bahwa hal tersebut akan memperlambat perbaikan ekonomi AS. Sementara itu, di IHSG sendiri, tercatat sebanyak 2.103 miliar lembar saham senilai Rp 3.081 triliun diperdagangkan di pasar reguler IHSG. Investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 495.31 miliar. Untuk setiap saham yang naik, terdapat lebih dari dua saham turun pada sesi perdagangan kemarin, dimana saham-saham yang termasuk jajaran top gainers antara lain Fast Food Indonesia (FAST) naik 1,000 poin atau 7.30% ke Rp 14,700, Delta Djakarta (DLTA) naik 500 poin atau 0.36% ke Rp 140,500, Astra International (ASII) naik 450 poin atau 0.66% ke Rp 68,700, Unilever Indonesia (UNVR) naik 400 poin atau 2.20% ke Rp 18,600 dan Pioneerindo Gourmet International (PTSP) naik 250 poin atau 25.00% menjadi Rp 1,250. Sementara saham-saham yang merupakan top losers hari Senin antara lain Gudang Garam (GGRM) turun 950 poin atau 1.83% ke Rp 51,000, H.M. Sampoerna (HMSP) turun 950 poin atau 1.79% ke Rp 52,050, Surya Toto Indonesia (TOTO) turun 900 poin atau 1.80% menjadi Rp 49,100, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun 750 poin atau 4.39% ke Rp 16,350 dan Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun 600 poin atau 1.41% menjadi Rp 41,900.
Saham-saham AS menghapus kenaikan awal sesi pada hari Senin, dan mengakhiri indeks Dow Jones Industrial Average menjadi lebih rendah. Setelah mendapat sentimen positif dari data pending home sales index, S&P 500 berakhir 1.85 poin atau 0.1% menjadi 1,367.59. Sedangkan indeks Dow Jones, yang sepanjang sesi awal telah berada di atas level 13,000, kehilangan momentum awalnya dan ditutup turun 1.44 poin atau 0.1% menjadi 12,981.51. Indeks Nasdaq Composite turun 2.41 poin atau 0.1% ke 2,966.16. Harapan maupun kekhawatiran terhadap krisis utang Eropa, aksi ambil untung terhadap saham-saham yang telah reli tahun ini, maupun para investor yang membeli saham di harga yang lebih rendah, telah membuat pergerakan saham-saham AS tidak menentu akhir-akhir ini.
IHSG untuk hari ini kami perkirakan akan mengalami sesi perdagangan yang cukup sideways dengan kecenderungan tertekan ke bawah. Kami perkirakan level support dan resistance akan berada masing-masing di 3,830 dan 3,920.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Technical Pick:
TRAM (880) β SELL
PGAS (3,475) β Spec. Sell
INTP (16,350) β Spec. Sell
SSIA (880) β Spec. Sell
(ang/ang)