OSK Nusadana: Koreksi Makin Terbatas

OSK Nusadana: Koreksi Makin Terbatas

- detikFinance
Selasa, 28 Feb 2012 09:52 WIB
Jakarta - IHSG kembali terkoreksi pada perdagangan awal minggu ini dan ditutup turun 33 pts, untuk tutup di level 3,861 (-0.86%). Asing melakukan melakukan penjualan yang cukup besar, dengan net sell sebesar Rp495 miliar.

IHSG melakukan perlawanan, dimana sebelum nya IHSG sempat diturunkan hingga level 3,838. Saham-saham yang paling banyak dijual oleh foreign antara lain BBRI, UNTR, ASII, SMGR, dan INTP. Sementara saham-saham yang paling banyak dikoleksi asing antara lain BMRI, HRUM, dan PTBA. IHSG mencatat value perdagangan sebesar Rp 4 triliun dan volume yang cukup rendah, Yaitu sebanyak 5.3 juta lot.

Sementara dari regional, penurunan ini juga terjadi terhadap bursa Asia lain nya dimana Nikkei melemah -0.14%, Hang seng -0.88%, dan KOSPI naik -1.42%. Dari US dan Eropa, Dow Jones bergerak sideways dan ditutup di level 12,981 (-0.01%). Sementara dari Eropa, beberapa bursa utama di benua tersebut melemah tipis. FTSE London dan Dax Jerman, masing-masing turun -0.33% dan -0.22%. Dari komoditas, harga Oil WTI masih kuat di harga US$108.5/brl. Sementara rupiah harus terus diperhatikan, saat ini nilai tukar rupiah terhadap US$ masih diperdagangkan di harga Rp9,162/US$.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trading Ideas

Laporan keungan perusahaan-perusahaan blue-chip sudah mulai di release, dan sebagian sesuai dengan ekspekasi kami dan konsensus. FY11 report ini diharpkan dapat menjadi tenaga untuk mendorong kenaikan IHSG lebih jauh pada bulan maret depan. Investor bisa mulai mengkoleksi saham-saham blue-chip yang sudah mengalami penurunan yang cukup dalam di beberapa bulan belakangan ini.

Surya Esa Perkasa (ESSA) adalah perusahaan refinery LPG swasta kedua terbesar di Indonesia yang awal bulan ini Feb ini baru saja listing di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan yang mempunyai pabrik di Palembang ini menghasilkan 75% dari pendapatan nya dari penjualan LPG.

Dari hasil IPO tersebut, sebesar 75% digunakan untuk pengembangan kilang gas. Pengenmbangan pabrik ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi mereka dari 113 metrik ton/hari menjadi 163 metrik ton/ hari, atau naik sebesar 44%. Sementara 25% nya akan digunakan untuk melunasi hutang mereka. Perusahaan yang menawarkan harga perdana nya senilai Rp610/saham ini juga berencana untuk membangun pabrik Amoniak (bahan baku pupuk) di Sulawesi Tengah. Pembangunan pabrik dilakukan oleh anak usaha perseroan, PT Panca Amara Utama.

ESSA mempunyai gross margin yang cukup stabil dalam 4 tahun terakhir (2008-2011) sekitar 54-78%. Sementara pertumbuhan laba bersih ESSA tercatat sebesar 29% (CAGR), dari Rp58.3 miliar pada 2008 hingga sebesar Rp110 miliar di 2011. Berdasarkan guidance dari pihak manajemen, ESSA mengharapkan dapat mencetak kenaikan laba bersih sebesar 25% atau sekitar Rp138 miliar tahun 2012 ini. Saat ini ESSA diperdagangkan di 9.2x PER. Saat ini tidak ada perusahaan yang benar-benar sejenis dengan ESSA, tapi jika dibandingkan dengan perusahaan Oil & Gas yang bergerak di bidang upstream, perusahaan seperti ENRG, MEDC, dan PGAS, adalah sebesar 12x PER.

Astra Agro Lestari (AALI) upgrading From NEUTRAL to BUY

Kami menguprade rekomendasi kami terhadap AALI dari NEUTRAL menjadi BUY, dengan target price di Rp 24,300. Kenaikan rekomendasi ini melihat hasil Full year 2011 perusahaan yang inline dengan forecast kami. Berdasarkan laporan keuangan FY11 AALI, emiten berhasil mencatat kenaikan laba sebesar +17%.

AALI dalam laporan keuangan nya di 4Q11 mencatat pembelian lahan sebesar Rp64.1 miliar. Pembelian lahan baru oleh perusahaan merupakan sinyal positif untuk AALI dalam rencana perusahaan untuk mengembangkan bisnis mereka. Selama 2 tahun terakhir emiten selalu mengalami kesulitan dalam meningkatkan produksi mereka dikarenakan terbatas nya lahan untuk pengembangan. Pembukaan lahan baru juga diharapkan akan meningkatkan kapasitas produksi mereka yang saat ini cenderung stagnan akibat dari pohon-pohon sawit mereka yang relatively sudah mulai menua.

BUY recommendation on AALI dengan target price di Rp 24,300 merefleksikan PER12f 14.5x dan ROE 21012 sebesar 22.5%.

United Tractor (UNTR) Closing 2011 on a Convincing Note

Performance UNTR sepanjang tahun 2011 cukup inline dengan ekspektasi kami. Revenue pada FY11 tercatat sebesar Rp55 triliun atau naik sebesar +47%. Kenaikan pendapatan ini membuat emiten berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp5.9 triliun (+51% yoy). Secara komposisi pendapatan, pada tahun 2010 kontribusi pendapatan sebesar adalah sebagai berikut penjualan Heavy equipment (46%), mining contractor (45%), dan tambang batubara (8%). Pada thaun 2011 ini, terdapat beberapa perubahan komposisi yang antara lain penjualan Heavy equipment (49%), mining contractor (41%), dan tambang batubara (10%).

Outlook 2012, pertumbuhan penjualan alat berat pada 2012 dihrapkan masih akan meningkat sebesar 19%, dengan demand dari pertambangan batubara masih menjadi yang terbesar. Penurunan suku bunga dan stabil nya nilai tukar rupiah juga diharapkan akan meningkatkan pendapatan UNTR. Sementara dari bisnis mining contractor, overburden removal pada 2012 diperkirakan dapat mencapai 832 juta bcm, atau naik sekitar 5.18%. Tambang batubara milik UNTR diperkirakan juga akan naik sebesar +36%, dari 4.4 juta ton di 2011 menjadi 6 juta ton di 2012.

UNTR masih rekomendasi BUY dengan target price di Rp33,300.

IHSG Big Picture : Uptrend

IHSG dalam big picture terlihat saat ini berada diluar pergerakkan normal (tembus support trendline). Namun hal ini bukan berarti IHSG telah mematahkan uptrend jangka panjang. Uptrend IHSG telah terbentuk selama 824 hari periode kebelakang dengan slope yang masih positif. Hanya sekitar 8 % (r-squared = 0.92) data yang keluar dari pergerakkan normal atau sekitar 64 hari. Tipikal dari pergerakan indeks atau harga saham yang berada diluar pergerakkan normalnya tersebut adalah akan cenderung bergerak dalam volatilitas yang tinggi.

Uptrend IHSG baru dapat dikatakan patah jika indeks ini tembus di bawah 3,777.94 dan bertahan di bawah level tersebut paling tidak selama lima hari berturut-turut. Jika tidak maka hal ini hanya sebatas overshoot semata dan cenderung kembali mendekati atau kembali lagi ke dalam pergerakkan normal dimana level 3,916.22 sebagi trigger level.

Diperkirakan resistance terdekat yang akan diuji adalah level 3,895.02 dan support di level 3,846.11 dengan daily risk saat ini di level 44.06 %.

Terlihat indikator teknikal pada pergerakkan IHSG Daily meskipun belum ada tanda untuk konfirm bottom reversal namun koreksi makin terbatas. Hal ini ditandai secara umum indikator sudah berada di oversold area. Jika IHSG mampu untuk bottom reversal disarankan untuk mulai mengakumulasi saham-saham yang memiliki korelasi mendekati IHSG, Beta yang yang lebih tinggi dari Beta IHSG serta market capitalization yang relatif besar. Karena diduga saham saham inilah yang akan bergerak terlebih dahulu dalam volatilitas yang besar.

Technical Stock Pick:

1. Astra International (ASII), Acc.Buy

2. Bank Mandiri (BMRI), BoW

3. United Tractors (UNTR), BoW

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads