Panin Sekuritas: IHSG Coba Tepis Isu BBM

Panin Sekuritas: IHSG Coba Tepis Isu BBM

- detikFinance
Kamis, 01 Mar 2012 09:23 WIB
Panin Sekuritas: IHSG Coba Tepis Isu BBM
Jakarta - Wallstreet pada awal sesi perdagangan kemarin sempat menguat meski akhirnya harus rela ditutup di zona merah. Penguatan di awal sesi didukung oleh revisi PDB AS yang tumbuh 3% pada triwulan IV-2011.

Sebelumnya pada Januari lalu diumumkan pertumbuhan PDB AS triwulan IV hanya 2,8%. Selain, itu data ISM Chicago yang menjadi barometer bisnis naik ke level tertinggi selama 10 bulan terakhir.

Koreksi mulai terjadi ketika Gubernur The Fed mengatakan ekonomi AS sudah pada jalur yang tepat hal ini tercermin dari banyak data ekonomi yang positif. The Fed juga menyatakan akan terus mempertahankan suku bunga rendah hingga 2014 dan tetap membuka peluang stimulus (quantitative easing 3).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain investor mengintepretasikan bahwa stimulus tidak akan terjadi pada waktu dekat karena ekonomi menunjukan pertumbuhan walaupun moderat. Hal tersebut yang dijadikan alasan investor untuk melakukan profit taking.

Meski terjadi koreksi kami percaya ini hanyalah koreksi temporari ditengah trend bullish Wallstreet.

IHSG hari ini kami perkirakan masih akan menguat meski terbatas. Investor saat ini mungkin berusaha untuk melupakan isu BBM untuk sementara dan berfokus dengan kinerja keuangan yang akan mulai ramai dirilis.

IHSG juga akan memanfaatkan sentimen positif dari data manufaktur Februari China yang kembali naik dan melebihi estimasi awal. Selain itu, harga minyak kemarin yang hanya naik tipis juga menjadi hal positif untuk IHSG.

Saham pilihan
CTRP : Ciputra World 1, 2 dan Dipo Business Center akan serah terima pada tahun ini mendorong naik +300% marketing sales 2012 ini dibandingkan 2011.

BJBR : menyongsong laporan keuangan yang diperkirakan bagus.

JSMR : tidak terpengaruh ditengah inflasi yang tinggi, banyak proyek baru yang sedang progress

CPIN : harga DOC dan ayam berada pada kisaran tertinggi, daya beli masyarakat yang naik seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

(wep/wep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads