Jakarta - IHSG menutup perdagangan hari Kamis (01/03) dengan penurunan sebesar 22.924 poin atau 0.58% menjadi 3,962.286. Enam sektor ditutup negatif, dipimpin oleh sektor barang konsumen yang turun 1.56%, diikuti oleh sektor aneka industri turun 1.36% dan sektor finansial turun 0.92%. Sementara sektor agrikultur naik 0.11%, sektor properti dan konstruksi naik 0.53% dan sektor perdagangan dan jasa naik 0.75%. Indeks saham-saham blue-chip Indonesia, LQ 45, juga mengalami penurunan sebesar 6.350 poin atau 0.92% menjadi 686.421. Sebagian besar pasar ekuitas Asia pada hari Kamis kemarin terimbas mengalami penurunan setelah data kegiatan manufaktur di China menunjukkan melemahnya aktivitas pabrik di negara tersebut. Data HSBC China Manufacturing PMI menunjukkan belanja manufaktur turun menjadi 49.6 di bulan February. Menurunnya belanja sektor manufaktur tersebut disebabkan oleh turunnya tingkat permintaan terhadap produksi negara tersebut. Penurunan indeks bursa-bursa ekuitas Asia juga dipen garuhi oleh pernyataan ketua bank sentral AS (the Fed), Ben Bernanke, yang memberikan isyarat tidak adanya stimulus berikut dari bank sentral dan perkiraan pemulihan ekonomi AS yang lambat. Di IHSG sendiri, sebanyak 132 saham melemah pada sesi perdagangan Kamis, 80 saham menguat dan sisanya 106 saham tidak bergerak. Perdagangan di pasar reguler IHSG mencatat sebanyak 2.336 miliar lembar saham senilai Rp 2.608 triliun. Investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 17.06 miliar. Saham-saham yang termasuk jajaran top losers Kamis antara lain Astra International (ASII) turun 1.69% ke Rp 69,650, Gudang Garam (GGRM) turun 1.06% menjadi Rp 56,150, Unilever Indonesia (UNVR) turun 3.12% ke Rp 18,650, Delta Djakarta (DLTA) turun 0.32% ke Rp 140,050, dan Surya Citra Media (SCMA) turun 3.45% ke Rp 8,400. Sedangkan saham-saham yang termasuk top gainers antara lain Petrosea (PTRO) naik 3.45% ke Rp 45,000, United Tractors (UNTR) naik 1.21% ke Rp 39,350, Mitra Adiperkasa (MAPI) naik 2.65% k e Rp 5,800, Mayora Indah (MYOR) naik 1.02% ke Rp 14,900 dan Indo Kordsa (BRAM) naik 7.50% menjadi Rp 2,150.
Indeks bursa-bursa saham AS ditutup menguat pada hari Kamis (01/03), dimana sebagian besar saham bertahan di zona positif dengan harga minyak mentah yang sempat melebihi USD 110 per barel semalam. Pada awal sesi perdagangan, indeks-indeks utama AS bertahan dengan kenaikan setelah data ISM Manufacturing Index menunjukkan kegiatan manufaktur di AS menurun di bulan February. Harga minyak mentah sempat naik tajam setelah adanya berita bahwa sebuah jalur pipa minyak meledak di Saudi Arabia. Namun pemerintah Saudi Arabia menyangkal berita tersebut. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 28.23 poin atau 0.2% ke 12,980.30, dengan saham JP Morgan Chase & Co yang naik 2.9% memimpin kenaikan. Indeks S&P 500 naik 8.41 poin, atau 0.6% menjadi 1,374.09. Sedangkan indeks Nasdaq Composite naik 22.08 poin atau 0.7% ke 2,988.97.
Kami memperkirakan IHSG akan mengalami kenaikan hari ini, seiring momentum positif dari indeks bursa-bursa AS maupun bursa Asia pagi ini. Selain itu, harga minyak yang kembali turun ke USD 108 per barel pagi ini juga dapat mendukung sektor manufaktur hari ini. Kami perkirakan level support dan resistance IHSG akan berada di 3,930 dan 4,010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Technical Pick:
MAPI (5,800) β BUY
BBCA (7,650) β BUY
JSMR (4,625) β Spec. Sell
IGAR (560) β SELL
(ang/ang)