Magnus Capital : IHSG Dibayangi Sentimen Negatif

Magnus Capital : IHSG Dibayangi Sentimen Negatif

Magnus Capital - detikFinance
Senin, 05 Mar 2012 09:32 WIB
Magnus Capital : IHSG Dibayangi Sentimen Negatif
Jakarta - Pada Perdagangan Jumat pekan lalu, IHSG bergerak menguat dan berhasil ditutup naik 42.58 poin ke level 4004.87 dengan transaksi senilai Rp 3.9 triliun dan asing melakukan net buying 565 miliar. Indeks Wall St pada perdagangan pekan lalu melemah tipis. Saham -saham sektor energi dan finansial mengalami koreksi yang paling dalam.

Indeks Dow Jones melemah 2.73 ke level 12977.57 sedangkan S&P melemah 4.46 poin ke posisi 1369.63.Data perkembangan ekonomi AS yang masih campur aduk serta ketegangan antara Iran dan negara barat mendorong Investor merealisasikan keuntungan di pasar saham. Para pelaku pasar saham global juga mencermati implementasi penandatanganan kesepakatan Fiskal oleh negara-negara Eropa pada jumat pekan lalu.

Tujuan utama pakta tersebut adalah agar 17 negara Euro lainnya tidak bernasib seperti Yunani, Irlandia dan Portugal. Indeks Regional pagi ini dibuka melemah tipis dan diperkirakan akan memberikan sentimen negatif bagi pergerakan IHSG hari ini. Aspek teknikal,IHSG berhasil break dari garis resistance short term downtrend.Indikator stochastic oscillator bergerak naik di area overbought dan MACD berpotensi membentuk golden cross. Indeks diperkirakan akan bergerak mixed pada range 3980-4025.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Corprate News



  • MYOR: Perseroan akan menerbitkan obligasi senilai Rp 750 miliar pada 2012.dari sejumlah itu , sebanyak Rp 500 miliar merupakan obligasi konvensional , sedangkan Rp 250 miliar obligasi syariah ( sukuk)
  • LPKR: Lembaga Pemeringkat S&P menaikkan peringkat utang jangka panjang perseroan menjadi BB- dari B+ dengan outlook stabil.
  • ARII : Perseroan meraih pinjaman senilai US$ 40 juta dari dua bank. Pinjaman akan ditarik pada semester I tahun ini.
  • ABMM: Perseroan melalui anak usahanya PT Cipta Kridatama menandatangani kontrak jasa pertambangan senilai US$ 300 juta dengan PT Baraharum.
  • BUVA: Perseroan meraih pinjaman sebesar Rp 650 miliar dari PT Bank Central Asia Tbk. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai ekspansi perseroan dan anak Usaha tahun ini.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads