Phillip Securities: IHSG Diprediksi Belum Kuat Tembus 4,000

Phillip Securities: IHSG Diprediksi Belum Kuat Tembus 4,000

- detikFinance
Selasa, 06 Mar 2012 09:14 WIB
Jakarta - IHSG mengakhiri perdagangan Senin (05/03) dengan terkoreksi sebesar 19.971 poin atau 0.50% menjadi 3,984.897. Tujuh dari sembilan indeks sektor IHSG melemah, dipimpin oleh sektor industri dasar yang turun 1.46%, diikuti oleh sektor barang konsumen turun 1.08% dan sektor aneka industri yang turun 0.87%. Namun sektor properti dan konstruksi menguat 0.61% dan sektor infrastruktur naik 0.16%.

Turunnya IHSG terjadi seiring dengan merosotnya indeks bursa-bursa saham di regional Asia pada hari Senin, setelah China merilis perkiraan pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah untuk tahun ini. China memperkirakan pertumbuhan ekonominya akan menjadi 7.5% untuk tahun 2012 ini, dibandingkan dengan perkiraan tahun-tahun sebelumnya yaitu 8.0%. Target inflasi negara tersebut diperkirakan sebesar 4%. Hal tersebut dilakukan karena China memperkirakan permintaan untuk hasil produksi China dari Eropa akan menurun tahun ini, akibat krisis utang yang melanda zona Eropa.

Di antara saham-saham Asia, sektor sumber daya alam dan teknologi mengalami penurunan terbesar pada perdagangan hari Senin. Turunnya saham-saham sektor barang konsumen di IHSG dipicu oleh kenaikan harga BBM yang diperkirakan dapat menyebabkan kenaikan harga barang-barang konsumsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, indeks saham-saham blue-chip Indonesia, LQ 45, juga mengalami penurunan sebesar 4.612 poin atau 0.66% menjadi 690.601. Sebanyak 177 saham melemah pada perdagangan kemarin, 53 saham menguat dan sisanya 83 saham stagnan. Transaksi di pasar reguler tercatat sebanyak 1.802 miliar lembar saham senilai Rp 2.166 triliun. Investor asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp 158.46 miliar.

Saham-saham yang termasuk jajaran top losers Senin antara lain Petrosea (PTRO) turun 900 poin atau 2.00% ke Rp 44,000, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun 650 poin atau 1.48% ke Rp 43,150, Indomobil Sukses Internasional (IMAS) melemah 600 poin atau 4.17% menjadi Rp 13,800, Hexindo Adiperkasa (HEXA) turun 450 poin atau 4.13% ke Rp 10,450, dan Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) melemah 400 poin atau 2.25% menjadi Rp 17,350.

Sementara saham-saham yang menguat paling banyak antara lain Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik 600 poin atau 4.84% ke Rp 13,000, Ace Hardware Indonesia (ACES) menguat 175 poin atau 4.09% menjadi Rp 4,450, Tower Bersama Infrastructure (TBIG) naik 75 poin atau 2.88% ke Rp 2,675, Perusahaan Gas Negara (Persero) (PGAS) menguat 75 poin atau 2.00% menjadi Rp 3,825 dan Ciputra Surya (CTRS) naik 70 poin atau 5.93% ke Rp 1,250.

Saham-saham AS mencatat penurunan dua hari berturut-turut pada hari Senin, dipimpin oleh sektor material setelah China memangkas perkiraan pertumbuhan ekonominya menjadi 7.5%. Sektor sumber daya alam dan material, yang sensitif terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi, jatuh 1.6% di indeks S&P 500. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 14.76 poin atau 0.11% menjadi 12,962.81. Indeks S&P 500 melemah 5.30 poin atau 0.39% ke 1,364.33 dan indeks Nasdaq Composite turun 25.71 poin atau 0.86% menjadi 2,950.48.

Kami memperkirakan IHSG akan mengalami penurunan hari ini, dengan sektor pertambangan dan industri kemungkinan menjadi pemberat IHSG. Level support dan resistance hari ini kami perkirakan akan berada di 3,960 dan 4,005.

Technical Pick:
INTP (17,350) – SELL
INDF (5,050) – Spec. Sell
PGAS (3,825) – HOLD
AALI (22,300) – Trading Sell

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads