Sementara dari Regional, Dax Jerman turun -3.4%, FTSE London -1.8%, dan bursa US seperti Dow jones -1.57%. Penurunan pada bursa juga menekan harga-harga komoditas dimana oil WTI diperdagangkan di harga US104.7/brl (-1.89%), dan nilai tukar rupiah saat ini masih tertekan dan diperdagangkan di harga Rp9,155/US$
Trading Ideas
Revisi target pertumbuhan ekonomi Cina tahun 2012 menjadi 7,5% dan target inflasi sebesar 4% atau terendah sejak tahun 2004 masih membayangi pelemahan bursa regional pada perdagangan beberapa hari ini. Ke depan nya, China akan menentukan peralihan untuk pertumbuhan Ekonomi terhadap konsumsi dan menjauh dari sektor ekspor dan investasi. Sementara dari Eropa, rencana Yunani untuk tidak memperpanjang bond-swap mereka terhadap kreditor swasta memberikan impact yang sangat buruk terhadap bursa di Eropa. Impact dari perlambatan pertumbuhan di China dan khawatir gagal bayar nya Yunana diperkirakan masih dapat menahan laju kenaikan IHSG untuk minggu ini. Meski demikian penurunan harga-harga saham besar menjadi timing yang menarik untuk akumulasi beli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa hari yang lalu kami mengadakan meeting dengan pihak Astra dimana dalam meeting tersebut dijelaskan bahwa impact kenaikan bahan bakar hanya memberikan pengaruh kecil terhadap penjualan otomotif ASII. Secara historical, pada tahun 2005 disaat bensin premium naik sebesar 30%, hal tersebut tidak berpengaruh terhadap penjualan otomotif ASII. Outlook untuk tahun 2012 ini, ASII menargetkan penjualan kendaraan roda empat sebesar +4%, dan penjualan roda dua +10%. Kenaikan ini terhitung moderate, dan beberapa indikator kenaikan ini antara lain tinggi nya pertumbuhan GDP dan rendah nya interest rates. Kami masih mantain BUY untuk ASII dengan TP di Rp82,500.
Technical view: IHSG hari ini masih cenderung terkoreksi dengan perkiraan support berikutnya, di sekitar level 3,934.5 dan resistance di level 3,987. Jika pada sesi pertama IHSG tidak mampu bertahan minimal di level 3,960.8 maka potensi IHSG untuk terkoreksi sampai level 3,908.3 akan terbuka. Indikator teknikal terlihat masih cenderung turun lebih lanjut dengan daily risk saat ini sekitar level 56.00%. Technical stock pick:
1. Astra International Indonesia (ASII), BoW
2. Gudang Garam (GGRM), Trading Sell
3. Mitra Adiperkasa (MAPI), SoS
(ang/ang)











































