Jakarta -
Bursa Asia awal pekan ditutup melemah disebabkan oleh sikap wait&see atas hasil rapat The Fed minggu ini, melambatnya pertumbuhan China dan maraknya aksi ambil untung investor. IHSG sendiri di awal pekan ditutup melemah terbatas sebesar 0,1% di level 3.987,35 dikontribusikan dari koreksi yang terjadi pada saham-saham sektoral perkebunan, property dan infrastruktur. Adanya aksi beli pada saham-saham sektoral perbankan mampu menahan laju koreksi indeks yang sempat menyentuh level terendahnya kemarin di level 3.969. Sementara itu, asing masih membukukan transaksi net buy sebesar Rp 459 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya PTSP naik Rp 370, GDYR naik Rp 300, UNVR naik Rp 250 dan CNTX naik Rp 200; sedangkan saham-saham top losers antara lain GGRM turun Rp 1.200, UNTR turun Rp 550, AALI turun Rp 400 dan AALI turun Rp 400.
Bursa Eropa semalam ditutup cenderung flat seiring beralihnya focus investor dari masalah Yunani ke masalah krisis utang negara Uni Eropa lainnya, yaitu Spanyol dan Italia. Sementara itu, bursa Wall Street pada perdagangan semalam ditutup bervariasi dengan indeks Nasdaq ditutup melemah sebesar 0,2% di level 2.983,7. Saham-saham sektoral perbankan dan teknologi AS mengalami penurunan yang mengkontribusi bervariasinya bursa AS.
Bursa Asia pagi ini dibuka menguat dimana indeks Nikkei +0,6%; KOSPI +0,8%; STI +0,5% dan KLSE +0,2%. IHSG hari ini kami perkirakan bepotensi terjadi teknikal rebound terbatas. Kisaran trading indeks hari ini diperkirakan berada di level 3.934-4.021. Saham pilihan kami antara lain: ASII, UNTR, ADRO, ITMG, PTBA, AALI, SMGR, INTP, JSMR, UNVR, BBRI, BMRI dan BBNI.
(ang/ang)