Jakarta - Sejalan dengan bursa regional lainnya, IHSG bergerak menuju level support di area 4000 an pada penutupan akhir pekan lalu (16/03). Indeks tertekan 11,443 poin (-0,28%) ke level 4028,537 meskipun investor asing mencatatkan net buy sekitar Rp 600 miliar. Namun di belahan dunia lain, benua biru Eropa, indeks tampak menguat di awal perdagangannya, mengantisipasi data ekonomi Amerika yang diperkirakan akan lebih baik dari ekspektasi. Lima sektor di BEI berusaha menahan penurunan yang diderita empat sektor lainnya, sektor keuangan (+0,51%) menjadi penopang utama namun tak kuasa menahan kejatuhan indeks yang terutama disebabkan sektor aneka industri (-2,55%). Saham GWSA (+33,17%) mencatatkan kenaikan fantastis dalam satu hari perdagangan, saham sektor properti ini baru saja merilis laporan keuangannya dengan catatan kenaikan laba lebih dari 15 kali lipat dibandingkan laba tahun sebelumnya.
IHSG pada perdagangan awal pekan diperkirakan bergerak fluktuatif dalam kisaran sempit. Indeks masih berpeluang untuk naik seiring pergerakan sebagian besar bursa regional yang positif. Di samping itu transaksi asing selama pekan lalu membukukan transaksi net buy senilai Rp 4 triliun. Namun demikian tetap dicermati adanya aksi ambil untung dengan terbentuknya pola death cross dari indicator Stochastic. Indeks menguji level 4006 dan bila gagal mencoba bertahan di level psikologis 4000. Sektor property, industry dasar, konsumsi, keuangan, aneka industry dan perdagangan masih dalam tren naik. Sementara sector pertambangan dalam posisi oversold. Indeks diperkirakan bergerak ke kisaran 3990 hingga 4050.
(ang/ang)