Sementara perkembangan dari pasar saham global masih bergerak mixed. Perkembangan peningkatan kinerja perekonomian AS masih dibayangi melemahnya aktivitas manufaktur di China dan zona Euro. Indeks PMI maufaktur China Maret lalu kembali turun, dari 49,6 (Februari) menjadi 48,1. Ini merupakan penurunan dalam lima bulan berturut-turut. Pemerintah China memproyeksikan pertumbuhan ekonominya turun tahun ini menjadi 7,5% dari perkiraan sebelumnya 8%. Selain China, ekonomi Jerman dan Prancis di zona Euro juga menunjukkan pelemahannya. Sementara hal berbeda dialami perekonomian AS. Angka Jobless Claims pada pekan ketiga Maret lalu di AS turun menjadi 348.000 claims, angka terendah sejak Februari 2008. Indeks indikator utama ekonomi AS Februari lalu naik 0,7%. Peningkatan kinerja perekonomian AS tersebut membuat indeks DJIA dan Nasdaq akhir pekan kemarin ditutup menguat tipis masing-masing 0,27% dan 0,15% di 13080,73 dan3067,92. Namun selama sepekan indeks DJIA melemah 1,15% dan indeks Nasdaq menguat 0,41%.
Dengan perkembangan pasar global yang masih diwarnai bayangan kekhawatiran atas pelemahan ekonomi China, pelaku pasar lebih banyak bermain dalam pola trading. Hari ini pergerakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya meskipun terbatas. Saham-saham unggulan seperti Astra, barang konsumsi, dan saham perbankan masih menjadi sasaran utama pelaku pasar. IHSG hari ini diperkirakan akan berusaha menembus level resisten 4060, sedangkan support level ada di 4010.
IHSG S1 4010 S2 3980 R1 4060 R2 4100
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ASII 71600-74000 Buy
BBNI 3900-4050 Trading Buy
UNTR 31000-31900 Sell on Strength
INDF 4800-4975 Buy
WIKA 800-870 Trading Buy
BBRI 6750-6950 Trading Buy
MNCN 1900-1980 Trading Buy
ICBP 5300-5600 Trading Buy
EXCL 4525-4700 Trading Buy
ADRO 1870-1980 Trading Buy
(ang/ang)











































