Bursa AS ditutup di zona merah tadi malam. Aksi jual Wall Street dipicu oleh penurunan saham-saham energi. Indeks S&P500 turun -0.5% sedangkan indeks Dow Jones turun -0.5%. Saham-saham yang pergerakannya turut mempengaruhi Wall Street antara lain: Exxon Mobil Corp dan Occidental Petroleum Corp yang dilanda aksi jual seiring penurunan harga minyak dunia. Salah satu faktor yang mempengaruhi bursa AS antara lain: penurunan harga minyak dunia seiring tingginya cadangan minyak. Harga minyak dunia kembali turun, harga kontrak minyak untuk pengantaran Mei turun USD 2.27 atau 2.1% menjadi USD 105.06 per barel. Data yang dirilis Departemen Energi AS mengenai cadangan minyak yang naik ke level tertinggi dalam 20 bulan terakhir seiring tingginya impor minyak. Cadangan minyak AS naik menjadi 353.4 juta. Data yang dirilis pemerintah AS juga menunjukkan kenaikan tingkat pemesanan barang-barang tahan lama lebih sedikit daripada prediksi. Saham-saham perusahaan China yang diperdagangkan di bursa AS anjlok ke level terendah dalam tiga pekan terakhir. Bloomberg China-US Equity Index, yang merupakan indeks saham-saham China yang paling sering diperdagangkan di AS, turun 2% menjadi 103.34 kemarin. Penurunan indeks saham China di bursa AS disinyalir terkait kecemasan investor mengenai perlambatan ekonimi China sehingga akan memangkas laba perusahaan. Bursa Eropa ditutup melemah kemarin karena kekhawatiran terhadap sistem keuangan Spanyol. FTSE turun -1.03% dan DAX turun -1.13% .
Indeks Fluktuatif Cenderung Melemah (Range 4,070 β 4,110). IHSG kembali ditutup menguat pada perdagangan kemarin di level 4,090 setelah terlebih dahulu indeks bergerak melemah dan sempat menguji support level yang berada di 4,055, indeks dimungkinkan untuk dapat kembali melanjutkan penguatannya dan bergerak menuju resistance level terdekat di 4,110, namun RSI dan stochastic yang mulai memasuki wilayah overbought berpotensi menekan laju penguatan indeks, candle yang membentuk hanging man juga mengindikasikan adanya potensi reversal dalam jangka pendek. Hari ini diperkirakan indeks kembali fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
(dru/dru)











































