Dari sektoral, hampir semua sector mencatatkan kenaikan dimana sector property dan aneka industri mencatatkan kenaikan terbesar masing masing +2.19% dan +1.61%. Sementara itu, sector pertambangan, perdagangan dan industri dasar mencatatkan penurunan masing masing sebesar -0.49%, -0.19% dan -0.18%. Adapun sejumlah saham yang menjadi leader mover bagi IHSG adalah saham ASII (+2.0%), BBRI (+1.5%) dan EXCL (+5.2%).; dan sejumlah saham yang menjadi lagger mover bagi IHSG adalah saham BBCA (-0.6), PGAS (-1.3%) dan BMRI (-0.7%). Dari pasar regional Asia, sebagian besar pasar saham mengalami koreksi terkait kekhawatiran mulai melemahnya pertumbuhan ekonomi China, pertumbuhan Durable Goods US yang berada dibawah harapan pasar, serta jatuhnya Spanyol ke dalam resesi. Indeks Nikkei 225 ditutup turun -0.7%, Kospi -0.9%, Hang Seng -0.1% dan Shanghai -1.4%.
Mayoritas Wall Street terkoreksi imbas isu negatif Yunani. Mayoritas indeks saham Amerika mengalami koreksi terkait peringatan lembaga rating Standard & Poorβs bahwa Yunani kemungkinan besar masih harus melakukan restrukturisasi lanjutan serta membutuhkan dana talangan ketiga. Akibatnya indeks S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi masing masing sebesar -0.16% dan -0.31% sementara indeks DJIA naik tipis +0.15%. Dari pasar saham Eropa indeks FTSE 100 anjlok -1.15%, DAX -1.77% dan CAC 40 -1.43%. Pasar saham Yunani yang diwakili oleh index ASE sendiri turun -2.37%. Dari data ekonomi Amerika, Initial Jobless Claims meski turun ke level 359 ribu dari minggu sebelumnya 364 ribu ternyata ditanggapii negatif oleh pasar mengingat pasar mengharapkan IJC dapat turun hingga ke level 350 ribu. Sementara itu, data final 4Q11 GDP menunjukan pertumbuhan sebesar +3.0%. Malam nanti pasar akan menanti data Personal Income (est. +0.3%, prior +0.3%), Personal Spending (est. +0.6%, prior +0.2%) dan Chicago PMI (est. 63, prior 64).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(dru/dru)











































