Jakarta -
IHSG menembus level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa (03/04), naik 49,372 poin (+1,19%) dan bertengger di level 4215,444. Dengan nilai total transaksi mencapai Rp 7,15 triliun optimisme pasar terus berlanjut didukung aksi beli investor asing yang mencapai sekitar Rp 1,2 triliun. Jumlah saham yang naik dan turun terbilang berimbang, 124 naik dan 120 turun, namun saham-saham yang mengalami kenaikan sebagian besar berkapitalisasi besar dan tergolong blue chip. Meskipun tidak ada sektor yang merah, namun sektor pertambangan (0,01%) dan sektor perdagangan (+0,05%) hanya mampu mencatatkan kenaikan sangat tipis, tertinggal jauh oleh sektor keuangan (+3,01%). BDMN (+39,13%) menjadi pusat perhatian pelaku pasar setelah diambil alih DBS group dari pemilik lamanya dengan harga Rp 7000, atau diatas 50% harga pasar sebelum transaksi. Perdagangan kali ini harganya langsung melejit mendekati harga transaksi tersebut.
IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan tertekan seiring pergerakan negative bursa Wallstreet dan regional. Hal ini juga tercermin dari posisi indeks yang overbought serta keluar dari upperline Bollinger di level 4178. Di samping itu indicator Stochastic telah berpola death cross. Namun peluang IHSG untuk melanjutkan penguatan juga masih terbuka dengan menguji level 4222 sebagai level krusial untuk pergerakan indeks selanjutnya. Bila tembus level tersebut indeks bergerak dalam kisaran 4150 hingga 4400. Namun sebaliknya bila gagal tembus di level tersebut indeks bergerak dalam kisaran 4050 hingga 4200. Indeks hari ini diperkirakan bergerak ke kisaran 4140 hingga 4250.
(ang/ang)