Jakarta - Dibatalkannya rencana kenaikan harga BBM membuat harga sejumlah saham properti dan otomotif mengganas pada perdagangan saham kemarin. Tidak kurang saham seperti ASII, BSDE, SMRA, ASRI, SSIA melejit dan mencatat rekor tertinggi barunya. Aksi beli investor asing pun tak tertahan melebihi angka satu triliun dan mengangkat IHSG ke level all time high di 4232 sebelum ditutup pada level 4215. Melonjaknya saham BDMN berperan besar dalam drama bursa kemarin selain memang situasi bursa kawasan dan global yang tengah kondusif.
Apakah investor telah menyisihkan risiko jebolnya APBN jika harga BBM tidak jadi dinaikkan? LOTS Trading Club coba menangkap hal lain yang memicu aksi beli investor kemarin. Soal APBN, hitungan terakhir yang dipublikasikan tidaklah seseram apa yang menjadi concern investor sebelumnya.
Jika subsidi BBM naik Rp4-5 triliun per bulan, pemerintah masih memiliki dana cadangan risiko energi Rp23 triliun, dana bantuan langsung tunai yang batal dikucurkan Rp17 triliun, sisa anggaran lebih Rp30,6 triliun dan belanja kementrian dan lembaga Rp18,9 triliun. Totalnya berjumlah hampir Rp90 triliun, cukuplah untuk mengamankan APBN 2012. Kita akan lihat nanti bagaimana postur APBN-P kedua yang akan diajukan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini market sudah seharusnya terkoreksi mengikuti sentimen global, disamping efek BDMN yang menghilang. Wacana pengenaan pajak ekspor atas metal dan coal sebesar 25% tahun ini dan 50% tahun depan pastinya akan cukup mengganggu investor. Buy on weakness ADRO, ITMG, SSIA, LPCK. Trading Buy KLBF dan BKSL.
(dru/dru)