The Fed tunda QE3, Wall Street terkoreksi. Langkah Bank Sentral Amerika menunda Quantitative Easing ketiga membuat pasar saham Amerika mengalami koreksi pada perdagangan minggu lalu. Indeks DJIA terkoreksi –1.15% ke level 13,060 sementara S&P 500 turun –0.74% ke 1,398 dan Nasdaq turun –0.36% ke 3,080. Dari data ekonomi, Construction Spending February secara tidak terduga turun –1.10% mom (est. +0.60%, prior –0.10%), ISM Manufacture Maret naik ke level 53.4 (est. 53, prior 52.4), ISM Service Index turun ke 56 (est. 56.8, prior 57.3), Factory Orders naik +1.30% mom (est. 1.50%, prior –1%) dan Unemployment Rate turun ke level 8.2% (est. 8.3%, prior 8.3%). Pasar ini investor akan focus menanti data inflasi, dimana Producer Price Index bulan Maret diproyeksikan naik +0.30% mom (+3.10% yoy) sementara Consumer Price Index juga naik +0.30% mom (+2.70% yoy).
Indeks Fluktuatif, Cenderung Melemah (Range 4,130—4.190). Setelah sempat dibuka melemah pada perdagangan sebelumnya, IHSG akhirnya mampu ditutup menguat berada di level 4,166. Indeks dimungkinkan untuk dapat kembali melanjutkan penguatannya menuju resistance level di 4,190, candle membentuk white closing marubozu yang mendukung adanya peluang penguatan. Akan tetapi Stochastic dan RSI yang mulai bergerak keluar dari wilayah overbought berpotensi untuk menghambat laju penguatan indeks. Hari ini diperkirakan indeks bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
(dru/dru)











































