Aksi jual lanjutan atas saham pertambangan terutama dipicu meningkatnya kekhawatiran atas prospek pertumbuhan laba emiten tahun ini menyusul sejumlah spekulasi negatif terkait sektornya, seperti outlook harga komoditas yang melemah tahun ini dan wacana pengenaan bea keluar untuk ekspor bahan mentah mineral. Kemarin Bank Indonesia (BI) mempertahankan kebijakan tingkat bunganya pada level 5,75%. Kebijakan bunga rendah ini, memberikan sentimen positif atas saham properti dan industri lainnya yang terkait dengannya, dan sektor perbankan.
Sementara dari perkembangan pasar saham global, sejumlah indeks utama di Wall Street dan Eropa kembali ditutup di teritori positif. Indeks DJIA dan S&P 500 di Wall Street menguat masing-masing 1,41% dan 1,38%. Penguatan kembali pasar Wall Street terutama dipicu spekulasi pasar terhadap pertumbuhan ekonomi China 1Q12 yang jauh di atas perkiraan sebelumnya. Ekonomi China 1Q12 diperkirakan tumbuh 9% dari perkiraan sebelumnya 8,4%. Ekspektasi ini membuat saham-saham komoditas logam dan energi kembali menguat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG : S1 4110 S2 4070 R1 4170 R2 4190
Saham Pilihan
ASII 74100-75800 Buy
ADHI 830-870 Trading Buy
GJTL 2500-2675 Trading Buy
MAPI 6250-6800 Buy
BRAU 495-540 Buy
CTRP 740-780 Sell on Strength
BBRI 6900-7150 Buy
MEDC 2050-2175 Maintain Buy
AALI 21950-23000 Trading Buy
BBCA 7900 - 8200 trading Buy
(ang/ang)











































