Magnus Capital: Indeks Cenderung Melemah

Magnus Capital: Indeks Cenderung Melemah

- detikFinance
Kamis, 19 Apr 2012 10:13 WIB
Magnus Capital: Indeks Cenderung Melemah
Jakarta - Pada Perdagangan kemarin, IHSG bergerak sideways dan ditutup naik 8.87 poin ke level 4166.23 dengan transaksi senilai Rp 5.49 triliun dan asing melakukan net buying Rp 8,7 miliar.Penguatan saham kemarin ditopang oleh saham-saham sekotr komiditas , sedangkan saham sektor perbankan tertekan pada perdagangan kemarin. Adanya outlook positif pertumbuhan ekonomi global dari IMF berhasil mengangkat indeks pada bursa global dan regional yang juga memberi sentimen terhadap IHSG.

Indeks Dow Jones semalam ditutup turun 82.79 poin ke level 13032.75. Penurunan indeksmasih berkutat pada kekhawatiran krisis utang Spanyol yang semakin memburuk. Laporan keuangan emiten yaitu IBM dan Intel yang mengecewakan juga turut memberi tekanan kepada indeks. Indeks regional pagi ini dibuka mixed, iperkirakan akan memberikan sentimen yang netral bagi pergerakan IHSG.

Secara teknikal,indikator stochastic bergerak flat di area normal dan berpotensi membentuk deadcross sedangakan RSI bergerak uptrend. indeks diperkirakan akan bergerak mixed cenderung melemah pada range 4120-4180.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CorprateNews

SMRA: Empat institusi asing melepas 380 juta(5.5%) saham perseroan senilai Rp 608 miliar. Empat institusi itu adalah ValenceAssets Ltd, Cannon Securities Group Ltd, Cinnamon Capital Ltd, dan Vanderian Holding Ltd.

DILD: Perseroan menacari pinjaman bank sekitar Rp 840miliar. Dana itu akan digunakan untuk membiayai belanja modal tahun ini sebesar Rp 1.2-1.4 triliun.

TBIG: Perseroan membukukan laba bersih Rp 141 miliar pada kuartal pertama 2012, naik 14% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan melonjak 45% menjadi Rp 310 miliar.

KLBF: Perseroanmemperkirakan pendapatan pada kuartal I-2012 melonjak 15-20% menjadi Rp 2.6-2.7 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 2.3 triliun.

BBNI:Perseroan akan membagikan deviden senilai total Rp 1.16 triliun atau 20% dari laba bersih 2011 sebesar Rp 5.82 triliun.

(dru/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads