Sementara itu di pasar AS pekan kemarin, pelaku pasar juga lebih banyak dipengaruhi sentimen yang berasal dari rilis laba emiten yang umumnya tumbuh kuat dibandingkan dengan kekhawatiran atas peningkatan yield obligasi Spanyol dan melemahnya data ekonomi AS yang keluar, seperti data penjualan rumah dan pasar tenaga kerja. Indeks DJIA di Wall Street akhir pekan kemarin menguat 0,50% kembali berada di atas level penting 13000, yakni di 13029,26. Sepekan indeks DJIA menguat 1,4%. Kondisi pasar yang masih diliputi sentimen individual emiten diperkirakan masih akan mewarnai perdagangan awal pekan ini.
Sementara dari pasar saham kawasan, pelaku pasar pekan ini akan mencermati data manufaktur China. Sedangkan dari pasar domestik, laporan S&P yang menunda kenaikan peringkat utang Indonesia, diperkirakan tidak akan mempengaruhi banyak sentimen pasar. Ini disebabkan pasar lebih tertarik dengan pencapaian pertumbuhan laba emiten yang kuat dan rencana pembagian dividen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG : S1 4150 S2 4130 R1 4195 R2 4215
Saham Pilihan
INDF 4650-4800 Buy
BMRI 7050-7250 Buy on Weakness
MEDC 2175-2325 Trading Buy
BUMI 2100-2250 Trading Buy
UNSP 290-315 Buy on Weakness
RALS 850-900 Trading Buy
KLBF 3450-3550 Sell on Strength
ENRG 198-220.Sell on Strength
BBTN 1350-1420 Buy break Rp.1410.
ADHI 980 - 1060 Buy Break 1060
(ang/ang)











































