Lautandhana: Koreksi IHSG Lanjutan Bisa Terjadi

Lautandhana: Koreksi IHSG Lanjutan Bisa Terjadi

Lautandhana Securindo - detikFinance
Selasa, 24 Apr 2012 09:47 WIB
Jakarta - Rontoknya bursa Eropa akibat potensi resesi ekonomi Spanyol kembali memunculkan kekhawatiran semakin dalamnya krisis utang Eropa. Faktor ini yang mengerek turun pergerakan bursa Asiapada umumnya termasuk IHSG yang ditutup pada level 4.155,5 (-0,6%).

Tekanan jual signifikan terjadi pada saham-saham sektoral pertambangan dengan kapitalisasi besar. Laju penguatan pada saham-saham sektoral consumer, perkebunan dan infrastruktur mampu menahan koreksi yang terjadi sehingga bersifat terbatas. Sementara itu, asing kemarin kembali membukukan transaksi net sell senilai Rp 67 miliar. Saham-saham jajaran top gainers diantaranya GGRM naik Rp 1.200, DLTA naik Rp 1.000, SMAR naik Rp 400 dan AMRT naik Rp 350; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain ASII turun Rp 1.100, TCID turun Rp 750, BYAN turun Rp 700 dan CNTX turun Rp 500.

Potensi resesi ekonomi Spanyol dan panasnya politik Belanda akibat tidak tercapainya kebijakan ekonomi untuk mengatasi permasalahan utang negaranya mendorong bursa Wall Street dan Eropa ditutup terkoreksi cukup dalam. Indeks Dow Jones ditutup turun 0,8% di level 12.972,2 dipimpin oleh pelemahan signifikan saham Wal-Mart (-4,7%) dan Bank of America (-2,2%). Sementara itu, indeks FTSE ditutup turun 1,8% di level 5.665,6 dan DJ Euro Stock turun 2,9% di level 2.244,8.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kembali bergejolaknya Eropa membuat bursa Asia di pagi ini dibuka melemah dimana indeks Nikkei -0,7%; KOSPI -0,4% dan KLSE -0,2%. Kisaran trading IHSG berada di level 4.103-4.186 dengan potensi koreksi lanjutan dapat kembali terjadi.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads