China Purchasing Manager Index yang dikeluarkan oleh HSBC Holdings Plc dan Markit Economics masih berada di level 49.1, dimana angka dibawah 50 menunjukkan pelemahan sektor manufaktur. Dari kinerja emiten, Daewoo Engineering membukukan penurunan operating profit sebesar β38% di 1Q12 sementara Tokyo Steel mencatatkan kerugian selama FY11. Akibatnya indeks Nikkei 225 ditutup turun β0.2%, Kospi β0.1%, Hang Seng β1.8% dan Shanghai β0.8%. Kembali ke pasar saham Indonesia, hampir semua sektor mengalami koreksi kecual i sektor Barang Konsumsi (+0.45%), Perkebunan (+0.31%) dan Infrastruktur (+0.11%). Koreksi terbesar dicatatkan sektor Pertambangan (-2.14%), Aneka Industri (-1.48%) dan Industri Dasar (-1.06%)
Sentimen negatif Eropa picu koreksi Wall Street. Kekisruhan politik serta anjloknya sektor manufactur Eropa memicu aksi profit taking di pasar saham Amerika, dimana pada penutupan semalam indeks DJIA terkoreksi β0.78% ke level 12,927, S&P 500 turun β0.84% ke 1,366 dan Nasdaq anjlok β1% ke 2,970. Kekisruhan politik datang dari Belanda dan Perancis dimana Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, mengancam akan mengundurkan diri setelah tidak tercapainya kesepakatan terkait program pengetatan anggaran, sementara dari Perancis Presiden Nicolas Sarkozy kalah dalam putaran pertama pemilu. Dari data ekonomi, seperti hal nya China, Purchasing Manager Index Eropa yang dikeluarkan oleh Markit Economics turun ke level 47.4 dari sebelumnya 49.1. Katalis negatif dari dalam negeri datang dari Wal-Mart yang dituduh melakukan aksi suap di Meksiko. Jika hal ini terbukti, Wal-Mart akan dikenakan denda yang cukup besar serta pemecatan terhadap sejumlah eksekutif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(dru/dru)











































