Pertumbuhan laba 28% pada KLBF adalah hal yang tidak biasa dalam bisnis perseroan. Biasanya investor cukup puas melihat bisnis KLBF tumbuh 10-15% saja. Lalu BMRI, pernah 'direndahkan' pasar karena margin pressure akibat turunnya yield obligasi yang menjadi aset perseroan dan kredit bermasalah di BLTA. Result 1Q BMRI justru menunjukkan kelasnya sebagai bank terbesar dengan mencatat laba sebesar Rp3,4 triliun atau naik 22,4% jika one time loan recovery dari Garuda yang dibukukan pada 1Q11 dikeluarkan.
Dan terakhir adalah TLKM. Saham ini nyaris tidak pernah masuk dalam daftar stock picks para analis karena industri telekomunikasi dianggap telah 'END'. Tapi kini analis barangkali akan berubah pikiran. Net profit TLKM di 1Q yang sebesar Rp3,32 triliun naik 17%. Itu adalah level profit tertinggi yang pernah dicatat Telkom sejak 1Q 2006!! Pengguna seluler Telkom naik 10% sedangkan pelanggan internetnya naik 36%. Saat ini Telkom tampaknya mulai menikmati hasil investasi besarnya di beberapa tahun sebelum ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(dru/dru)











































