OSK Nusadana: Masih ada Potensi Penguatan

OSK Nusadana: Masih ada Potensi Penguatan

- detikFinance
Senin, 30 Apr 2012 09:51 WIB
OSK Nusadana: Masih ada Potensi Penguatan
Jakarta - IHSG ditutup melemah 16 pts dan ditutup di level 4,163.9 (-0.39%) pada perdagangan akhir pekan kemarin (Jumat 27 Apr). Saham-saham dari sektor Infrastructure (+2.12%) dan Property (+0.30%) masih dapat menguat di tengah penurunan IHSG. Sementara sektor Finance (-1.68%) dan Consumer (-1.19%) menjadi sektor yang turun paling dalam pada perdagangan minggu lalu.

Beberapa saham yang menjadi penguat market antara lain seperti TLKM, GIAA, INTP, BSDE, BUMI, dan KLBF. Sementara saham-saham yang melemah antara lain BBRI, GGRM, BDMN, BBCA, dan UNTR. Value market perdagangan hari ini cenderung tinggi dibandingkan perdagangan di hari-hari sebelum nya yaitu sebesar Rp7.3 Triliun, menyusul ada nya penjualan blocksale saham GIAA sebesar Rp1.53 Triliun di harga Rp620.

Trading Ideas

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daily Technical Outlook
Koreksi yang terjadi pada perdagangan minggu lalu secara teknikal belum merubah arah inidkator MFI Optimized menjadi negatif. Hal ini menandakan bahwa secara umum masih adanya potensi kenaikan lebih lanjut. Namun disisi lain indikator RSI Optimized terlihat akan cenderung konsolidasi terlebih dahulu. Dengan demikian diperkirakan indeks hari ini masih cenderung mixed to up dengan perkiraan resistance terdekat di level 4,189.6 dan support di level 4,156.8 dengan daily risk saat ini sekitar level 35.89%. Jika IHSG mampu tembus dan bertahan minimal di level 4,173.2 diperkirakan kenaikan akan berlanjut ke resistance diatas.

Technical stock pick untuk hari ini:
1. Charoen Pokphan Indonesia (CPIN), Trading Buy
2. Ciputra Surya (CTRS), Acc. Buy
3. Ciputra Development (CTRA), BoW

Resources Alam Indonesia (KKGI, BUY, Rp7,300)
KKGI melaporkan laba bersih mereka untuk 1Q12 sebesar Rp99 Milyar (-6% qoq dan +21% yoy). Hasil ini dibawah ekspektasi kita akibat 2 faktor, yaitu (i) turun nya volume produksi akibat buruk nya cuaca, dan (ii) turun nya harga jual rata-rata (Average selling price/ASP). Melihat tren turun nya harga jual batubara, maka kami merevisi target ASP batubara dari US$130/ton menjadi US$115/ton untuk tahun 2012.

Fundamental Outlook untuk KKGI: kami mendowngrade target price KKGI ke harga Rp7,300 dengan rekomendasi BUY. Kami melihat harga saham KKGI saat ini sudah cukup murah, dan penurunan produksi atau pun ASP batubara sudah terefleksikan di harga saham KKGI saat ini.

Technical notes: Jika harga saham ini jatuh di bawah level 5,950 sebagai support diperkirakan kcenderungan akan overshoot, diperkirakan harga akan cenderung kembali naik dengan perkiraan resistance jangka pendek di 6,750. Indikator secara umum akan cenderung bottom reversal.

Astra International (ASII, Buy, RP82,500)

Seperti yang dilaporkan oleh perusahaan, ASII pada 1Q12 ini berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp4.6 triliun (+8.0% yoy), dimana hasil ini cukup inline dengan ekspektasi kami. ASII juga dilaporkan akan membagikan dividen sebesar Rp 1.980 untuk setiap saham, yang akan diperhitungkan dengan dividen interim Rp 600 setiap saham yang telah dibayarkan pada tanggal 14 November 2011. Sisanya Rp 1.380 akan dibayarkan pada 6 Juni 2012. Selain pembagian dividen, hasil dari RUPS-LB ASII juga mensetujui stock split dengan ratio 1:10 (nilai nominal berubah menjadi Rp50) yang rencana nya akan dilakukan pada bulan Juni 2012 ini.

Fundamental Outlook untuk ASII: Untuk tahun 2012 ini, ASII menargetkan penjualan kendaraan roda empat sebesar +4%, dan penjualan roda dua +10%. Kenaikan ini terhitung moderate, dan beberapa indikator kenaikan ini antara lain tinggi nya pertumbuhan GDP dan rendah nya interest rates. Selain itu sektor bisnis lain nya seperti plantation, heavy equipment, IT, Autoparts, dan finance juga masih akan mendukung peningkatan pendapatan ASII. Kami memberikan forecast laba bersih ASII di 2012 masih dapat menguat sebesar +13.7%.

Technical notes: Koreksi ASII saat ini diperkirakan mulai terbatas, saat ini harga masih konsolidasi dengan kecenderungan menguat, strong support sekitar level 70,200 dan jika level 71,850 tembus akan confirm naik lagi dengan resistance berikutnya ke level 73,450. Indikator teknikal akan confirm bottom reversal.

Property Sector masih menjadi penguat IHSG dalam beberapa hari belakangan dimana kenaikan JAKPROP Index sudah naik sebesar +28.15% selama 3 bulan terakhir. Saat ini PER JAKPROP Index (Monthly basis) sudah mencapai 19.8x, atau masih inline dengan average PE nya selama 3 tahun terakhir yang sebesar 22.3x. Dengan pertumbuhan dari sektor property, rendah nya suku bunga, tinggi nya demand, dan relatif rendah nya supply unit rumah di Indonesia, kami melihat sektor property masih menjadi sektor yang masih dapat menguat ke depan nya.

Special Mention:
TLKM sudah memasuki fase Profit taking, fair value untuk TLKM ada di Rp8,500 (OSK dan Konsensus)

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads