Sementara saham pertambangan dan perkebunan cenderung melemah. Pasar merespon negatif tren penurunan harga komoditas akhir-akhir ini menyusul outlook pertumbuhan ekonomi global yang melambat tahun ini. Ekonomi AS 1Q12 hanya tumbuh 2,2% lebih kecil dari proyeksi sebelumnya 2,5%. Sedangkan ekonomi China 1Q12 hanya tumbuh 8,1%, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 8,3%.
Kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi AS juga terefleksi pada data tenaga kerja yang keluar pekan kemarin. April lalu angka kesempatan kerja di AS hanya mencapai 115.000, jauh di bawah proyeksi sebelumnya sebanyak 170.000 lowongan kerja. Tingkat pengangguran April di AS turun tipis 8,1% dari bulan sebelumnya 8,2%. Lemahnya pasar tenaga kerja di AS membuat pasar saham bereaksi negatif. Indeks DJIA dan S&P 500 pada perdagangan akhir pekan kemarin turun masing-masing 1,27% dan 1,67%. Selama sepekan indeks DJIA dan S&P turun masing-masing 1,44% dan 2,44%. Selain penurunan di aset equitas, harga minyak mentah di AS akhir pekan kemarin juga melemah hingga hampir 4% ditutup di USD98,49/barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG : S1 4200 S2 4185 R1 4230 R2 4250
Saham Pilihan
PGAS 3550-3700 Buy on Weakness
BBNI 3950-4075 Buy on Weakness
MDLN 500-530 Trading Buy
INDF4750-4850 Buy on Weakness
ADHI 1040-1100 Buy
BUMI 1990-2075 Trading Buy
TLKM 8150-8500 Buy on Weakness
KIJA 235-260 Trading Buy
ADRO 1770-1840 Buy on Wekaness
ASII 71750-73200 Buy on Weakness
(ang/ang)











































