Minyak light sweet diperdagangkan di level US$96.40 per barel di New York setelah stok minyak di AS naik ke level tertinggi sejak tahun 1990 yang menunjukkan rendahnya permintaan akan bahan bakar di AS.
IHSG kemarin (9/5) ditutup turun 52 poin (-1.24%) ke level 4,129.06 dengan asing tercatat melakukan net sell di pasar regular sebesar Rp774 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. ASII, PGAS, TLKM, UNTR, dan SMGR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara teknikal, IHSG mengalami tekanan jual di minor downtrend-nya dan tutup persis di garis support-nya.
Support IHSG berikutnya ada di 4,040 dan melihat MACD Histogram sinyal penurunannya masih akan berlanjut.
Dari pergerakan stochastic terlihat masih mengalami penurunan setelah sempat memberikan tanda reversal, ini membuktikan sangat lemahnya IHSG saat ini, dengan sinyal stochastic yang masih akan melanjutkan penurunan lebih dalam lagi.
Pada perdagangan hari ini (10/5), IHSG akan menguji support-nya, dengan support 2 ada di 4,040, resistance 1 di 4,180, dan resistance 2 di 4,232 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. JPFA, TLKM, dan DGIK.
(etr/ang)











































