Mega Capital: Indeks Diperkirakan Mix To Low

Mega Capital: Indeks Diperkirakan Mix To Low

- detikFinance
Kamis, 10 Mei 2012 10:12 WIB
Mega Capital: Indeks Diperkirakan Mix To Low
Jakarta - Tekanan jual asing menguat, IHSG anjlok –1.2%. Pasar saham Indonesia kembali mengalami koreksi cukup besar terkait kekhawatiran Yunani keluar dari Uni Eropa, dimana investor asing mulai mengurangi posisinya di pasar guna mengurangi exposure ke risky assets. Pada perdagangan kemarin, investor asing kembali mencatatkan posisi net selling sebesar IDR 740 miliar, dimana sejak awal minggu posisi net selling asing telah mencapai hampir IDR 1.2 triliun rupiah.

IHSG sendiri kemarin anjlok –1.24% ke level 4,129. Saham yang menjadi lagger movers adalah saham TLKM yang anjlok –4.8%, ASII (-1.8%) dan UNVR (-2.5%). Sementara itu, saham yang menjadi leader movers terutama saham second liner seperti MLBI (+9.6%), ULTJ (+20.5%) dan TSPC (+4.5%). Dari pasar saham Asia, indeks Nikkei 225 turun –1.5%, Kospi –0.9%, Hang Seng –0.8% dan Shanghai –1.7%. Hari ini pasar akan menanti langkah yang akan diambil Bank Indonesia terkait penetapan BI Rate, dimana pasar mengharapkan BI tetap mempertahankan B I Rate pada level 5.75%, meski terdapat kenaikan pada inflasi bulan April. Berdasarkan data BPS, inflasi pada bulan April mencapai 0.07% mom (prior 0.05% mom) atau 3.97% yoy (prior 3.56% yoy).

Wall Street kembali terkoreksi akibat sentimen negative Eropa. Pasar saham Amerika kembali mengalami koreksi dimana pada perdagangan semalam indeks DJIA turun –0.75% ke level 12,835, S&P 500 melemah –0.67% ke 1,354 dan Nasdaq terkoreksi –0.39% ke 2,934.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kami melihat sedikitnya ada tiga katalis negative; yaitu 1) membesarnya peluang Yunani keluar dari Uni Eropa terkait pembentukan pemerintahan koalisi yang dipimpin oleh Alexis Tsipras dari partai Syriza, 2) ancaman penurunan rating oleh Moody’s Investors Service terhadap sejumlah bank seperti BNP Paribas SA, Deutsche Bank AG dan Morgan Stanley, serta 3) langkah China Investment Corp. untuk berhenti berinvestasi di pasar surat hutang pemerintah Eropa. Dari data ekonomi yang dirilis semalam, MBA Mortgage Applications naik +1.7% (prior +0.1%) serta Wholesale Inventories di bulan Maret tumbuh +0.3% mom (est. +0.6%, prior +0.9%).

Indeks Diperkirakan Mix To Low (Range 4,110—4,150). IHSG kembali melanjutkan pelemahannya setelah sebelumnya sempat mengalami penguatan, indeks juga tampak sedang menguji support level pada uptrend line (rising wedges) yang jika mampu melewatinya dimungkinkan untuk mengalami pelemahan lebih lanjut dengan level konfirmasi berada di kisaran 4,100 hingga 4,110 kecuali indeks melewatinya dengan bergerak menyamping (sideways), candle yang membentuk black opening marubozu memungkinkan bagi indeks untuk kembali melemah, akan tetapi RSI yang sudah mengalami oversold berpeluang dapat menahan laju pelemahan indeks. Hari ini diperkirakan indeks bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads