Minyak light sweet diperdagangkan di level US$95.72 per barel di New York setelah pertumbuhan industri China secara mengejutkan tercatat lebih rendah dibandingkan ekspektasi semula.
IHSG Jumat (11/5) ditutup turun 19 poin (-0.47%) ke level 4,114.14 dengan asing tercatat melakukan net sell di pasar regular sebesar Rp225 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. ASII, BBRI,ITMG, HRUM, dan INTP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara teknikal, IHSG bergerak turun dengan menembus level support-nya di 4,130 dengan support barunya di 4,040.
Walaupun secara linear regression ada peluang teknikal rebound di 4,080 namun diperkirakan reversal akan terjadi setelah 4,040 diuji.
Tanda untuk teknikal rebound sudah mulai ditunjukkan oleh indikator stochastic dan MACD histogram.
Secara weekly, IHSG masih dalam overbought baik dilihat dari stochastic, CCI dan MACD Histogram sehingga untuk perdagangan minggu ini perlu dicermati level 4,040 yang jika tertembus akan menyeret IHSG ke 3,890 namun jika mampu bertahan IHSG dapat naik ke 4,140 lagi dan IHSG akan kembali melanjutkan bullish-nya.
Saham-saham yang dapat diperhatikan pada hari ini (14/5) a.l. GGRM, INTP, dan INDF.
(etr/ang)











































