Phillip Securities: IHSG Diprediksi Kembali Melemah

Phillip Securities: IHSG Diprediksi Kembali Melemah

- detikFinance
Senin, 14 Mei 2012 09:10 WIB
Jakarta - IHSG ditutup melemah 19.491 poin atau 0.47% menjadi 4,114.140 mengakhiri perdagangan Jumat (11/05). Tujuh sektor mengalami penurunan, dipimpin oleh sektor pertambangan yang turun 2.06%, diikuti sektor agrikultur melemah 1.63%, dan sektor properti dan konstruksi yang turun 0.81%. Sementara itu, indeks LQ 45 berakhir dengan penurunan 3.427 poin atau 0.49% menjadi 696.544. Investor asing membukukan aksi jual senilai Rp 319.257 miliar. Transaksi di pasar reguler tercatat sebanyak 2.39 miliar lembar saham senilai Rp 3.235 triliun. Sebanyak 48 saham naik, 218 saham turun, dan sisanya 64 saham stagnan. Negatifnya IHSG terjadi seiring jatuhnya bursa-bursa saham di Asia setelah J.P. Morgan Chase & Co. melaporkan kerugian sebesar USD 2 miliar dari aktivitas trading perusahaan tersebut. Selain itu, data inflasi China yang turun di bulan April juga membuat pasar Asia melemah. Saham-saham yang termasuk jajaran top gainers Jumat antara lain Delta Djakarta (DLTA) menguat 9,500 poin atau 5.57% menjadi Rp 180,000, Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik 5,000 poin atau 0.78% ke Rp 645,000, Tembaga Mulia Semanan (TBMS) naik 1,800 poin atau 20.00% ke Rp 10,800, Lion Metal Works (LION) menguat 1,550 poin atau 19.87% ke Rp 9,350, dan Gudang Garam (GGRM) naik 1,250 poin atau 2.19% ke Rp 58,250. Sedangkan saham-saham yang termasuk jajaran top losers Jumat antara lain Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) melemah 800 poin atau 4.69% menjadi Rp 16,250, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun 800 poin atau 2.12% ke Rp 36,850, Astra Agro Lestari (AALI) turun 800 poin atau 3.70% ke Rp 20,800, Indomobil Sukses Internasional (IMAS) turun 650 poin atau 3.62% ke Rp 17,300, dan Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun 400 poin atau 2.16% ke Rp 18,150.

Sebagian besar saham-saham AS turun pada perdagangan Jumat (11/05). Data sentimen konsumen, Thomson Reuters/University of Michigan Consumer Sentiment Index untuk bulan Mei yang dirilis Jumat kemarin dan menunjukkan kenaikan menjadi angka index 77.8 dari sebelumnya 76.4 di bulan April, gagal mengangkat sentimen pasar yang lebih mengkhawatirkan kerugian perdagangan J.P. Morgan Chase sebesar USD 2 miliar. Saham J.P. Morgan Chase (JPM) yang merupakan salah satu komponen Dow, turun 9.3% pada hari Jumat. Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir melemah 34.44 poin atau 0.3% menjadi 12,820.60. Sementara indeks S&P 500 melemah 4.60 poin atau 0.3% ke 1,353.39, dengan sektor finansial jatuh paling banyak di antara 10 kelompok industri dalam indeks S&P 500. Indeks Nasdaq Composite hampir tidak berubah, hanya bertambah 0.18 poin atau 0.01% dan ditutup di 2,933.82.

IHSG hari ini kemungkinan akan kembali melemah, dengan sektor pertambangan, finansial dan properti cenderung rentan terhadap aksi jual. Kami perkirakan IHSG akan diperdagangkan antara level support dan resistance 4,095 dan 4,150.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sepekan kedepan ini, pasar ekuitas global maupun regional Asia akan mengalami perdagangan yang cukup volatil. Para pelaku pasar akan memperhatikan perbankan AS dan Spanyol, faktor makro ekonomi AS dan China, serta pergantian pemerintahan di Yunani dan Perancis yang dapat mengancam gagalnya penanganan krisis utang di zona Eropa. Data inflasi dan penjualan ritel AS akan dirilis hari Selasa (15/05), sementara index sentimen bisnis di China akan dirilis hari Kamis (17/05).

Technical Pick:
ASRI (550) – Spec. Sell. R2: 620, R1: 580, S1: 520, S2: 495
HRUM (6,550) – SELL. R2: 6,950, R1: 6,750, S1: 6,400, S2: 6,200
SMRA (1,620) – Spec. Sell. R2: 1,740, R1: 1,670, S1: 1,570, S2: 1,490
PTBA (16,250) – SELL. R2: 17,050, R1: 16,700, S1: 15,700, S2: 15,100

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads