First Asia Capital: Pelaku Pasar Masih Wait and See

First Asia Capital: Pelaku Pasar Masih Wait and See

- detikFinance
Senin, 21 Mei 2012 08:55 WIB
First Asia Capital: Pelaku Pasar Masih Wait and See
Jakarta - Menguatnya kekhawatiran semakin memburuknya krisis Eropa, terutama kemungkinan Yunani akan keluar dari zona Euro, telah menjadi isu negatif dominan di pasar saham global selama sepekan terakhir. Seluruh indeks pasar saham global mengalami koreksi di atas tiga persen selama sepekan kemarin. Bursa saham Indonesia sepekan kemarin (hanya tiga sesi perdagangan) terkoreksi 3,25% ditutup di 3980,496.

Sedangkan di Wall Street, seperti indeks DJIA dan S&P 500, sepekan terakhir masing-masing terkoreksi 3,52% dan 4,3%. Di zona Euro, indeks DAX Frankfurt terkoreksi 4,69%, CAC Paris turun 3.89% dan FTSE london turun 5,52%. Sedangkan di Asia, seperti indeks Hang Seng Hong Kong turun 5%, Nikkei Tokyo turun 3,8% dan ST Singapura turun 3,6%.

Sedangkan di pasar komoditas, sejumlah harga komoditas juga mengalami tren pelemahan, seperti harga minyak mentah melemah 4,4% di posisi USD91,33/barrel akhir pekan lalu. Selain minyak, harga CPO juga melemah 5,4%, harga logam timah turun 4,3% di USD17150/MT. Sementara harga emas berhasil rebound akhir pekan kemarin sehingga sepekan harga emas di pasar dunia menguat 0,7% di USD15691,8/t.oz.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain persoalan Yunani, pelaku pasar juga diliputi kekhawatiran krisis perbankan di Spanyol menyusul diturunkannya peringkat utang 16 bank Spanyol oleh Moody’s dan data perekonomian AS yang keluar pekan lalu kurang menggembirakan. Saat ini pelaku pasar tengah menanti langkah konkret yang akan dilakukan negara-negara maju yang tergabung dalam G-8, yang bertemu di Washington akhir pekan kemarin, untuk mengatasi krisis zona Euro.

IHSG saat ini sedang berada dalam downtrend jangka menengah dengan pecahnya level support penting di 4030. Pada perdagangan awal pekan ini, pergerakan IHSG akan kembali berada di teritori negatif. IHSG diperkirakan akan menguji level support di 3850. Saat ini sejumlah saham sektoral telah berada di area oversold. Namun pelaku pasar diperkirakan masih wait and see, menunggu sinyal reversal yang lebih kuat untuk melakukan pembelian selektif.

IHSG : S1 3930 S2 3850 R1 4000 R2 4030

Saham Pilihan

ASII 65500-68000 BoW
BBRI 5800-6000 BoW
ITMG 34300-35900 BoW
KIJA 200-225 BoW
ASRI 520-560 BoW
TLKM 7600-8000 BoW
INDY 1910-2000 BoW
TOTL 550-590 BoW
INDF 4725-4875 BoW
HRUM 5900-6600 BoW

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads