Semesta Indovest: Indeks Masih Terkena Sentimen Global

Semesta Indovest: Indeks Masih Terkena Sentimen Global

Semesta Indovest - detikFinance
Senin, 21 Mei 2012 09:54 WIB
Semesta Indovest: Indeks Masih Terkena Sentimen Global
Jakarta - Bursa Wallstreet ditutup melemah pada perdagangan Jumat, indeks Dow Jones turun 73,11 poin atau 0,59%, S&P 500 turun 0,74%, dan Nasdaq turun 1,24%. Pergerakan indeks masih dibayangi oleh kekhawatiran akan memburuknya krisis utang eropa, Moodys memangkas rating utang 16 bank Spanyol termasuk bank terbesar di euro zone, Banco Santander, plus aksi Fitch yang memangkas rating Yunani ke level CCC dari posisi B-. Euphoria perdagangan saham perdana Facebook belum cukup untuk menggairahkan pasar secara keseluruhan bahkan yang terjadi hanya investor melakukan switching dari saham media social yang sudah listing seperti LinkedIn, Yelp, Zinga, dan Groupon ke Facebook yang menyebabkan saham-saham tersebut anjlok 5-13%. Secara tren Dow Jones masih bearish.Bursa eropa ditutup melemah terimbas di downgradenya rating perbankan Spanyol oleh Moodys dan rating Yunani yang dipangkas oleh Fitch. Indeks FTSE turun 1,33%. Bursa Asia pagi ini terpantau sedikit pulih dimana Nikkei menguat 0,35%, Kospi naik 0,64%. Pulihnya bursa Asia ditopang oleh dukungan negara G-8 untuk memerangi krisis dan mendukung Yunani untuk tetap dalam anggota euro zone.
 
Bursa Indonesia hari ini diperkirakan masih akan mengalami tekanan terimbas turunnya bursa global akhir pekan lalu saat bursa Indonesia libur, walau demikian minat beli investor masih terlihat yang mencerminkan siapnya pelaku pasar untuk memborong saham-saham yang sudah oversold jika sentimen positif datang.
 
Indonesia News Highlight
• KINERJA BANK MEGA: Laba Bersih Naik Dua Kali Lipat
• BCA Bagi Dividen Rp1,7 Triliun
• Limas Centric target pendapatan naik 15% di 2012
• Krakatau Posco mulai siapkan investasi tahap dua
 
Trading Counter – Technical Analysis
• DOID – Trading Buy
• BBRI – Buy on Weakness
• ASRI – Buy on Weakness
• ELTY – Buy on Weakness
• BKSL – Buy on Weakness

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads