IHSG kemarin berhasil terjadi teknikal rebound untuk ditutup menguat sebesar 2,1% di level 4.021,10 didorong oleh maraknya aksi beli pada saham-saham unggulan yang sudah mengalami kondisi oversold akibat tekanan negative dari Eropa. Keseluruhan sektoral IHSG ditutup pada teritori hijau yang dipimpin oleh penguatan saham sektoral pertambangan, aneka industri, manufaktur dan industri dasar. Sementara itu, asing masih melakukan transaksi net sell sebesar Rp 156 miliar.
Saham-saham top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.500 ke Rp 59.900, Astra Internasional (ASII) naik Rp 2.000 ke Rp 68.850, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 1.800 ke Rp 14.800, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 900 ke Rp 19.000; saham-saham top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 250 ke Rp 53.750, Bayan (BYAN) turun Rp 200 ke Rp 13.500, Multi Prima (LPIN) turun Rp 150 ke Rp 2.925, dan Adira Finance (AMDF) turun Rp 100 ke Rp 12.300.
Bursa Wall Street semalam ditutup flat ditengah tak menentunya kelanjutan proses bailout Yunani. Hanya indeks Nasdaq ditutup melemah terbatas sebesar 0,3% di level 2.839,1. Sementara itu, bursa Eropa berhasil ditutup menguat dimana indeks FTSE 100 naik 1,9% dan DJ Euro Stoxx naik 2%. Hal ini didorong oleh membaiknya data penjualan property AS di bulan April yang diatas ekspektasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(wep/wep)










































