Pelemahan rupiah atas dolar AS ini menimbulkan spekulasi di pasar, Bank Indonesia (BI) akan menaikkan tingkat bunga acuannya. Hal ini turut menekan pasar saham. Pelemahan rupiah atas dolar AS ini terutama dipicu gejolak di pasar global menyusul krisis utang Yunani yang masih tidak menentu penyelesaiannya. Akibatnya investor cenderung mengalihkan asetnya ke instrumen yang lebih aman seperti US dolar.
Arus dana asing yang keluar dari pasar saham Jumat lalu meningkat mencapai hampir Rp.968 miliar. Sepanjang Mei ini arus dana asing yang keluar sudah mencapai Rp5,12 triliun. Sejalan dengan aksi keluar dana asing tersebut, IHSG sepanjang Mei ini telah terkoreksi 6,65%. Sementara itu di pasar saham global, sepekan kemarin indeks DJIA menguat tipis 0,69%. Pasar di Wall Street masih bergerak mixed dan masih didominasi perhatian pada zona Euro. Data sentimen konsumen di AS Mei lalu yang naik jadi 79,3, diatas konsensus ekonom sebesar 77,8 masih belum banyak mendorong aksi beli pelaku pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG: S1 3870 S2 3830 R1 3950 R2 4000
Saham Pilihan
ADRO 1600-1720 BoW
TINS 1440-1510 BoW
LSIP 2400-2650 Trading Buy
TLKM 7150-7400 Trading Buy
BSDE 1180-1300 BoW
RALS 970-1050 BoW
SGRO 2575-2850 BoW
INDY 1910-1990 BoW
(dnl/dnl)











































