Asing kemarin terlihat mulai melakukan pembelian bersih Rp.116,4 miliar setelah beberapa sesi perdagangan sebelumnya melakukan net selling. Pelemahan nilai tukar rupiah atas dolar AS hingga menembus Rp.9600/US dolar, rencana stimulus China yang belum jelas, dan krisis perbankan Spanyol yang memburuk telah menekan kembali saham-saham pertambangan dan properti pada perdagangan kemarin. Harga minyak mentah yang kembali melemah telah menyeret turun saham-saham tambang. Kondisi pasar yang masih tidak menentu menyusul masih tingginya resiko di zona Euro telah mengikis keinginan melakukan pembelian pada aset-aset beresiko. Pada perdagangan hari ini pergerakan
IHSG diperkirakan akan kembali berfluktuatif dengan kecenderungan kembali melemah. Kondisi pasar saham global yang terus tertekan membuat peluang penguatan menjadi semakin sempit. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang yang lebar dengan target resisten di 3930 dan support ada di 3.870.
(dnl/dnl)











































