Phillip Securities: Tekanan Global Kuat, IHSG Diprediksi Melemah

Phillip Securities: Tekanan Global Kuat, IHSG Diprediksi Melemah

Phillip Securities Indonesia - detikFinance
Senin, 04 Jun 2012 09:06 WIB
Jakarta - IHSG kembali melemah pada perdagangan Jumat (01/06). Indeks ditutup turun 33.058 poin atau 0.86% ke 3,799.766, yang merupakan level terendah tahun ini. Delapan sektor berakhir negatif, dimana penurunan terbanyak terjadi pada sektor perdagangan dan jasa yang melemah 1.73%, diikuti sektor industri dasar yang turun 1.65% dan sektor pertambangan yang turun 1.56%. Indeks LQ 45 melemah 4.266 poin atau 0.66% ke 641.428. Sebagian besar bursa-bursa Asia berakhir turun pada perdagangan Jumat, setelah data kegiatan manufaktur China menunjukkan kontraksi di sektor manufaktur negara tersebut. Indeks HSBC China Manufacturing PMI untuk bulan Mei turun menjadi 48.4, dari sebelumnya 49.3 di bulan April. Di IHSG sendiri, sebanyak 158 saham turun, 72 saham melemah, dan sisanya 80 saham stagnan. Sebanyak 2.058 miliar lembar saham senilai Rp 3.108 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 693.417 miliar. Saham-saham yang termasuk jajaran top gainers Jumat antara lain Taisho Pharmaceutical Indonesia (SQBI) menguat 15,000 poin atau 11.11% ke Rp 150,000, Gudang Garam (GGRM) naik 900 poin atau 1.66% ke Rp 55,000, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik 450 poin atau 1.33% ke Rp 34,250, Asuransi Ramayana (ASRM) naik 400 poin atau 22.22% ke Rp 2,200, dan Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik 400 poin atau 3.88% ke Rp 10,700. Sementara saham-saham yang merupakan top losers Jumat antara lain Astra International (ASII) turun 950 poin atau 1.48% ke Rp 63,350, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun 550 poin atau 3.09% ke Rp 17,250, Delta Djakarta (DLTA) turun 500 poin atau 0.26% ke Rp 189,500, Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) turun 300 poin atau 5.88% ke Rp 4,800, dan Tigaraksa Satria (TGKA) turun 250 poin atau 17.86% ke Rp 1,150.

Saham-saham AS berakhir dengan penurunan lebih dari 2% hari Jumat (01/06) dan membawa indeks Dow Jones Industrial Average ke zona negatif tahun ini, setelah laporan ketenagakerjaan AS yang menunjukkan pertumbuhan yang kecil di bulan Mei. Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 274.88 poin atau 2.2% ke 12,118.57, level terendah sejak November tahun lalu. Indeks S&P 500 turun 32.29 poin atau 2.5% ke 1,278.04. Sementara indeks Nasdaq Composite jatuh 79.86 poin atau 2.8% ke 2,747.48. Jatuhnya saham-saham AS terjadi setelah departemen ketenagakerjaan AS melaporkan data Non-Farm Payroll yang hanya berjumlah 69,000 di bulan Mei. Sementara tingkat pengangguran naik menjadi 8.2% dari sebelumnya 8.1%. Seluruh 30 komponen Dow berakhir turun pada perdagangan Jumat, dipimpin oleh penurunan 6.3% pada saham Hewlett-Packard Co. (HPQ) dan penurunan 4.5% pada saham Bank of America Corp. (BAC).

IHSG kemungkinan masih akan melemah dalam sesi perdagangan hari ini, dengan krisis utang zona Eropa dan melambatnya pertumbuhan ekonomi global tetap menjadi faktor penggerak negatif pada pasar saham dan komoditi. Kami perkirakan indeks akan diperdagangkan dalam rentang harga 3,748 dan 3,866 hari ini. Dalam perdagangan minggu ini, para pelaku pasar ekuitas global maupun regional Asia akan memperhatikan perkembangan di Eropa, serta sinyal arah kebijakan moneter dari bank sentral AS, the Fed. Pada hari Senin ini, kanselir Jerman Angela Merkel akan bertemu dengan presiden komisi Eropa Jose Manuel Barroso di Berliin sebelum dimulainya pertemuan para pemimpin Eropa di Brussels pada akhir Juni nanti. Investor juga akan waspada terhadap perkembangan komitmen Yunani untuk tetap berada dalam zona Eropa. Pada hari Rabu (06/06), the Fed akan merilis laporan ekonomi AS (Beige Book). Sedangkan pada hari Kamis (07/06) nanti, ketua the Fed, Ben Bernanke akan berbicara di depan konggres AS. Para pelaku pasar mengharapkan sinyal adanya kebijakan pelonggaran moneter ketiga (QE3) dari the Fed.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Technical Recommendations:
MNCN (1,800) – SELL. R2: 1,990, R1: 1,890, S1: 1,720, S2: 1,640
BKSL (235) – Spec. Sell. R2: 265, R1: 255, S1: 220, S2: 210
BTEL (280) – Spec. Buy. R2: 315, R1: 295, S1: 265, S2: 245
BHIT (405) – Spec. Sell. R2: 450, R1: 420, S1: 365, S2: 345

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads