Sepanjang Mei lalu rupiah telah terkoreksi 4% di posisi Rp.9565 dari Rp.9190/US dolar (30/4). Namun berhasil menguat berkat intervensi BI pada perdagangan akhir pekan lalu di Rp.9333. Tekanan jual di pasar saham dan sejumlah aset beresiko lainnya seperti harga komoditas sejak Mei lalu terutama dipicu meningkatnya kekhawatiran terjadinya resesi ekonomi global.
Data ekonomi di berbagai kawasan ekonomi dunia mengalami tren perlambatan. Pada akhir pekan lalu, data tenaga kerja di AS di bawah perkiraan pasar. Angka pengangguran AS Mei lalu naik tipis menjadi 8,2%. Begitu juga dengan angka pengangguran di zona Euro terus meningkat. Aktivitas manufaktur di AS, zona Euro dan di China Mei lalu juga terus melemah. Data-data ekonomi yang kurang menggembirakan tersebut semakin memperburuk pergerakan harga saham akibat banyak pelaku pasar yang memilih meninggalkan pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang lebar dengan support ada di 3725 sedangkan resisten di 3840.
IHSG : S1 3725 S2 3600 R1 3840 R2 3870
Saham Pilihan
EXCL 5900-6400 BoW
ASII 60700-64200 BoW
GIAA 660-700 Buy
MAPI 6600-7000 BoW
LSIP 2375-2550 Sell
KLBF 3850 - 3975 Spec Buy
TLKM 7300-7900 BoW
UNVR 18800-21250 BoW
(ang/ang)











































