Lautandhana Securindo: Pasar Global Tak Menentu

Lautandhana Securindo: Pasar Global Tak Menentu

- detikFinance
Senin, 04 Jun 2012 09:18 WIB
Jakarta - IHSG akhir pekan kembali ditutup terkoreksi sebesar 0,9% di level 3.799,77 tertekan oleh aksi tekanan jual yang dilakukan oleh investor asing, tercatat mencetak transaksi net sell sebesar Rp 693 miliar. Saham-saham sektoral perdagangan, industri dasar, pertambangan dan property memimpin koreksi lanjutan IHSG di akhir pekan. Hanya tercatat sektoral consumer yang berhasil ditutup menguat. Saham-saham jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 15.000 ke Rp 150.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 55.500, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 34.250, dan Asuransi Ramayana (ASRM) naik Rp 400 ke Rp 2.200; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 950 ke Rp 63.350, Indocement (INTP) turun Rp 550 ke Rp 17.250, Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 500 ke Rp 189.500, dan Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 300 ke Rp 4.800.

Bursa Wall Streetdan Eropa akhir pekan ditutup anjlok signifikan rata-rata sebesar 1%-3% dipicu oleh maraknya berita ekonomi yang negative, diantaranya: kekhawatiran investor atas masalah krisis utang Yunani yang juga menjalar ke Spanyol, jeleknya data lapangan pekerjaan (69 ribu pekerjaan baru) dan meningkatnya angka pengangguran (berada di level 8,2%) AS di bulan Mei serta melambatnya kegiatan manufaktur China. Harga komoditas pun juga turun cukup dalam di akhir pekan, seperti: WTI -3,8% dan CPO -2,6%. Indeks Dow Jones turun 2,2% untuk ditutup di level 12.118,6 dipimpin oleh pelemahan saham Hewlett Packard dan American Express. Sementara itu, indeks FTSE 100 dan DJ Euro Stoxx ditutup turun masing-masing sebesar 1,1% dan 2,4%.

Maraknya sentiment negative tersebut diatas mendorong bursa Asia awal pekan pagi ini dibuka melemah dimana indeks Nikkei -2,2%; KOSPI -2,6%; KLSE –0,7% dan STI –1,4%. Untuk IHSG awal pekan kami perkirakan bergerak fluktuatif dan potensi terjadi pelemahan dengan maraknya aksi tekanan jual investor atas tak menentunya perkembangan ekonomi global. Dari domestic, investor menunggu pengumuman data inflasi dan laporan keuangan di 1H12. Selective buy pada saham-saham berfundamental solid yang berada di posisi oversold, seperti: UNTR, ASII, JSMR, SMGR dan BKSL.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads