Bursa Wall Streetdan Eropa akhir pekan ditutup anjlok signifikan rata-rata sebesar 1%-3% dipicu oleh maraknya berita ekonomi yang negative, diantaranya: kekhawatiran investor atas masalah krisis utang Yunani yang juga menjalar ke Spanyol, jeleknya data lapangan pekerjaan (69 ribu pekerjaan baru) dan meningkatnya angka pengangguran (berada di level 8,2%) AS di bulan Mei serta melambatnya kegiatan manufaktur China. Harga komoditas pun juga turun cukup dalam di akhir pekan, seperti: WTI -3,8% dan CPO -2,6%. Indeks Dow Jones turun 2,2% untuk ditutup di level 12.118,6 dipimpin oleh pelemahan saham Hewlett Packard dan American Express. Sementara itu, indeks FTSE 100 dan DJ Euro Stoxx ditutup turun masing-masing sebesar 1,1% dan 2,4%.
Maraknya sentiment negative tersebut diatas mendorong bursa Asia awal pekan pagi ini dibuka melemah dimana indeks Nikkei -2,2%; KOSPI -2,6%; KLSE β0,7% dan STI β1,4%. Untuk IHSG awal pekan kami perkirakan bergerak fluktuatif dan potensi terjadi pelemahan dengan maraknya aksi tekanan jual investor atas tak menentunya perkembangan ekonomi global. Dari domestic, investor menunggu pengumuman data inflasi dan laporan keuangan di 1H12. Selective buy pada saham-saham berfundamental solid yang berada di posisi oversold, seperti: UNTR, ASII, JSMR, SMGR dan BKSL.
(ang/ang)











































