Mega Capital: Indeks Cenderung Menguat

Mega Capital: Indeks Cenderung Menguat

- detikFinance
Kamis, 07 Jun 2012 08:43 WIB
Mega Capital: Indeks Cenderung Menguat
Jakarta - Pasar regional positif, IHSG naik +3.3%. Sentimen positif dari bursa regional membawa imbas positif bagi pasar saham Indonesia, dimana kemarin IHSG ditutup naik +3.3% ke level 3,841. Naiknya data ISM Service Index Amerika di bulan May ke level 53.7 (est. 53.4) serta pertumbuhan ekonomi Australia dimana pada 1Q12 naik +1.3% qoq (est. +0.6% qoq) menjadi katalis positif bagi regional. Indeks S&P/ASX 200 kemarin naik +0.3%, Nikkei 225 +1.8% dan Hang Seng +1.4%. Kembali ke Indonesia, kenaikan tertinggi dicatatkan oleh sektor Aneka Industry (+5.07%) dan diikuti oleh sektor Industry Dasar (+4.27%), Perkebunan (+4.10%) dan Keuangan (+4.08%). Dua saham perbankan dalam pandangan kami bergerak cukup menarik, dimana kemarin harga saham BBRI naik +11% ke level 5,950 dan BDMN +8.3% ke 5,900. Khusus untuk BBRI dalam pandangan kami kenaikan kemarin disebabkan masih rendahnya valuation BBRI dibanding industry. Sebagai perbandingan, pada penutupan kemarin, meski telah naik +11%, PER BBRI m asih berada pada level 8.9x, sedangkan perbankan lain seperti BMRI (PER 13.6x), BBCA (PER 15.8x) dan BBNI (PER 11.4x) memiliki PER lebih tinggi. Meski kemarin IHSG mencatatkan kenaikan significant, namun kami masih menyarankan investor untuk tidak terlalu agresif mengingat kemarin investor asing masih mencatatkan posisi net selling senilai IDR 58 miliar.

Harapan adanya stimulus kembali angkat Wall Street. Pasar saham Amerika kembali mencatatkan kenaikan, dimana pada perdagangan semalam indeks DJIA ditutup naik +2.37% ke level 12,414, S&P 500 +2.30% ke 1,315 dan Nasdaq +2.40% ke 2,844. Harapan akan digelontorkannya program stimulus ekonomi, baik di Amerika maupun di Eropa, menjadi salah satu katalis optimismenya investor. Pemicunya adalah pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi, yang menyatakan pihaknya siap melakukan langkah langkah pengamanan jika outlook Uni Eropa memburuk, serta pernyataan dari Presiden Federal Reserve Bank of Atlanta, Dennis Lockhart, bahwa the Fed kemungkinan memperpanjang “Operation Twist”. Dari data ekonomi, Bank Sentral Eropa mempertahankan tingkat bunga di level 1% serta GDP Euro-zone di 1Q12 turun tipis –0.1% yoy (+0.0% qoq).

IHSG Cenderung Menguat (Range : 3,780—3,880). IHSG kembali ditutup menguat pada perdagangan kemarin melewati resistance level di 3,780, indeks juga tampak mampu menutup celah yang sebelumnya terbentuk. Candle yang membentuk long white marubozu memberikan peluang bagi indeks untuk dapat kembali melanjutkan penguatannya dan bergerak menuju resistance level di 3,880. Stochastic tampak mengalami golden cross di wilayah oversold dan bergerak keluar dari wilayah tersebut. Hari ini diperkirakan indeks kembali menguat.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads