Minyak light sweet diperdagangkan di level US$83.80 per barel di New York menyusul rencana pengetatan fiskal yang akan dilakukan AS untuk menghindari krisis.
IHSG kemarin (7/6) ditutup turun 1 poin (-0.01%) ke 3,840.59 dengan asing tercatat melakukan net buy di pasar regular sebesar Rp11 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. UNVR, SMGR, UNTR, WIKA dan ITMG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara teknikal, teknikal rebound IHSG cukup kuat dan masih menyisakan ruang untuk dapat bergerak naik tanpa break resistance.
Tekanan terhadap IHSG kemarin (7/6) sesuai dengan analisa kami, dimana kurang kuatnya kenaikan IHSG akibat dari kenaikan yang cukup tinggi tetapi tidak didukung oleh volume.
MACD Histogram terlihat semakin mendekati area positif namun stochastic fast tampak ada pergerakan membelok ke bawah sehingga membuat kita tetap waspada jika stochastic slow benar-benar berbelok ke bawah.
Pada perdagangan hari ini (8/7), IHSG diperkirakan akan cenderung bergerak sideways dengan sentimen teknikal negatif dan disarankan untuk melakukan trading jangka pendek dengan acuan Buy on Weakness atau Sell dengan saham yang dapat diperhatikan SMGR dan INTP.
(etr/ang)











































