Mega Capital: IHSG Diperkirakan Mix to High

Mega Capital: IHSG Diperkirakan Mix to High

- detikFinance
Senin, 11 Jun 2012 09:09 WIB
Mega Capital: IHSG Diperkirakan Mix to High
Jakarta - IHSG naik tipis meski masih terjadi net selling. Pasar saham Indonesia mengalami rebound dimana dalam seminggu kemarin IHSG ditutup naik +0.67% ke level 3,825. Kenaikan ini terutama ditopang oleh sektor Barang Konsumsi yang naik +5.45%, serta sektor Manufaktur (+3.46%) dan Aneka Industri (+3.13%). Sementara itu sektor yang masih mengalami koreksi terbesar adalah sektor Pertambangan (-3.62%) serta Infrastruktur (-2.83%). Meski mencatatkan kenaikan, investor asing masih mencatatkan posisi net selling senilai IDR 622 miliar. Sejak awal tahun, posisi net buying asing telah turun ke level IDR 2.4 triliun dari sebelumnya sempat berada pada level IDR 9 triliun. Rebound nya pasar saham Indonesia ini tidak terlepas dari sentimen positif global, terkait harapan digelontorkannya program stimulus ekonomi di Eropa, Cina dan Amerika. Presiden European Central Bank, Mario Draghi, menyatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah tindakan jika perekonomian Eropa kembali merosot. Sementara itu da ri Amerika, Vice Chairman Federal Reserve Janet Yellen dan Presiden the Fed Atlanta Dennis Lockhart mengindikasikan the Fed siap meluncurkan program stimulus moneter; meski di akhir minggu Chairman the Fed, Ben Bernanke menampik program stimulus ini akan diluncurkan dalam waktu dekat. Dari data ekonomi yang dirilis, Cadangan Devisa Indonesia di akhir Mei turun 4% menjadi USD 111.53 miliar dari sebelumnya USD 116.41 miliar. Penurunan ini disebabkan langkah Bank Indonesia menstabilkan nilai tukar rupiah, dimana akhir pekan lalu rupiah ditutup di level USD 9,388 dari sebelumnya IDR 9,390. Minggu ini pasar akan menanti langkah Bank Indonesia terkait BI Rate, dimana diprediksikan BI akan mempertahankan BI Rate pada level 5.75%.

Wall Street rebound terkait harapan stimulus ekonomi. Pasar saham Amerika mengalami kenaikan minggu lalu terkait harapan adanya program stimulus ekonomi. Selain itu, langkah pemerintah China menurunkan Lending Rate sebesar 25 bps ke level 6.31% dan dipertahankannya Interest Rates di zona Euro pada level 1% menjadi katalis positif tambahan. Indeks DJIA ditutup naik 3.6% ke level 12,554 sementara S&P 500 naik 3.7% ke 1,325. Dari data ekonomi yang dirilis, Factory Orders turun 0.60% di bulan April sementara ISM Service Index naik ke level 53.7. Sejumlah data penting yang akan dirilis minggu ini adalah Producer Price Index, Retail Sales, Consumer Price Index dan Industrial Production.

IHSG Diperkirakan Mix to High (Range : 3,780β€”3,880). IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah berada di level 3,825, indeks juga sempat menguji support level terdekatnya di 3,800 namun belum mampu untuk melewatinya. RSI yang berada pada kecenderungan menguat memberikan peluang bagi indeks untuk bergerak menguat menuju resistance level terdekat di 3,860 yang mana jika level tersebut mampu dilewati kemungkinan dapat kembali menguji 3,880. Namun jika indeks kembali bergerak melemah dimungkinkan untuk menuju support level di 3,780. Hari ini diperkirakan indeks kembali fluktuatif, cenderung menguat.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads